AFC U-16

Timnas Masih Berpeluang Lolos

SM/Antara  -  BEREBUT BOLA : Pesepak bola Timnas Indonesia U-16 Mochamad Faizal Shaifullah berebut bola dengan penjaga gawang Timnas China U-16 Li Hao pada laga kualifikasi Piala AFC U-16 2020 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Minggu (22/9). (55)
SM/Antara - BEREBUT BOLA : Pesepak bola Timnas Indonesia U-16 Mochamad Faizal Shaifullah berebut bola dengan penjaga gawang Timnas China U-16 Li Hao pada laga kualifikasi Piala AFC U-16 2020 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Minggu (22/9). (55)

JAKARTA - Timnas Indonesia gagal jadi juara grup Kualifikasi Piala Asia U-16 2020. Ini setelah Garuda Asia hanya bermain imbang tanpa gol kontra China di laga terakhir. Pada laga di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (22/9) malam WIB, Indonesia banyak ditekan di babak kedua setelah menciptakan beberapa peluang emas di babak pertama.

Hingga 90 menit laga tuntas, skor 0-0 bertahan dan membuat Indonesia finis runner-up Grup G dengan 10 poin, sama dengan milik China yang jadi juara grup karena unggul produktivitas gol.

Indonesia cuma punya +26, sementara China +28. Dengan demikian China lolos ke putaran final di Bahrain tahun depan dan Indonesia harus bersaing untuk jadi empat runner-up terbaik. Untuk saat ini Indonesia masih ada di urutan teratas klasemen yang berisikan 11 runner-up, dengan tujuh poin dan selisih gol +12.

Babak kualikasi U-16 terbagi dalam 11 grup. Para juara otomatis lolos ke babak final di Bahrain, 2020. Tuan rumah menjadi tim ke-12, sehingga untuk melengkapi 16 tim peserta, empat runner-up terbaik berhak lolos.

Dari Soccerway.com, Indonesia saat ini masih menjadi yang terbaik dengan nilai 10 dan selisih gol 26-1. Pesaing terdekat dari Grup H, yakni Australia atau Vietnam yang untuk sementara sama-sama mengemas nilai 9, namun selisih gol Australia hanya 15- 0, dan Vietnam 6-1. Pesaing terdekat lain adalah dari Grup A Tajikistan atau Jordania. Dan terakhir adalah India dan Uzbekistan di Grup B.

Membentur Tiang

Sejak awal laga, kedua tim silih berganti melakukan serangan. Peluang berbahaya pertama Indonesia didapat pada menit ke- 26. Marcelo Ferdinan melepskan sepakan keras yang masih menyamping tipis di sisi gawang China. China merespons lewat sepakan bebas Maiwulang Mijiti dua menit setelahnya tapi bola melayang di atas mistar Made Putra Kaicen.

China mengancam lagi namun barisan belakang Indonesia masih bisa menghalaunya. Indonesia punya peluang emas unggul di menit ke-44 andaikan sepakan Athallah Araihan setelah melakukan tusukan ke kotak penalti China, tak membentur tiang gawang. Bola rebound nyaris masuk ke gawang sebelum disapu bek China.

Hingga turun minum, skor 0-0 tetap bertahan. Masuk di babak kedua, Indonesia lebih banyak bermain di daerah sendiri karena China begitu agresif menggempur pertahanan tuan rumah. Maiwulang Mijiti melepaskan sepakan bebas pada menit ke-50 namun bola melayang di atas mistar.

Enam menit kemudian Mijti nyaris mencetak gol andaikan sepakannya tak ditangkap Made Putra Kaicen. Alex Kamuru masih jadi andalan Indonesia di sisi sayap namun memasuki menit ke-60, terlihat kondisi fisiknya mulai menurun.

Sementara, lini belakang Indonesia melakukan kesalahan saat Aditya Rangga kurang tenang dalam menguasai bola. He Xiaoke merebut bola dan merangsek hingga kotak penalti, namun bisa dibuang.

China benar-benar menggempur Indonesia yang membuat Putra Kaicen harus kerepotan mematahkan setiap peluang yang ada. ndonesia sempat punya peluang emas ketika Mochamad Faizal melakukan solo run dari sisi kanan dan melakukan cut-in ke kotak penalti.

Sayangnya, sepakannya lemah dan mudah saja ditangkap Li Hao. Di lima menit masa injury time, Indonesia coba mencari peluang tapi usaha sia-sia karena kondisi fisik yang menurun. Pada akhirnya laga berakhir imbang tanpa gol. (A4,K4-29)


Berita Terkait
Loading...
Komentar