Wayang Kulit UKM Karawitan Universitas Sanata Dharma

Satu Pagelaran, Dua Dalang, Tiga Bahasa

SM/dok : DUA KELIR : Pertunjukan wayang kulit dua kelir (layar-Red), dua dalang di USD dengan tambahan penggunaan bahasa Inggris.(55)
SM/dok : DUA KELIR : Pertunjukan wayang kulit dua kelir (layar-Red), dua dalang di USD dengan tambahan penggunaan bahasa Inggris.(55)

Pertujukan wayang kulit biasa disajikan dalam bahasa Jawa. Dalam perkembangannya tak jarang menggunakan bahasa lain karena penggemar wayang kulit tidak hanya masyarakat Jawa. Beberapa dalang mulai menggunakan bahasa lain seperti bahasa Indonesia atau bahkan bahasa asing.

BARU-BARU ini, pagelaran wayang kulit berbahasa Inggris digelar. Ya, Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta berupaya membuat terobosan baru dalam seni pertunjukan wayang kulit dengan mengakomodasi para penggemar terutama orang asing yang ingin menikmati jalan cerita secara lebih nyaman. Bukan itu saja, ini sekaligus sebagai media pembelajaran.

Para aktivis UKM Karawitan yang menggelar pentas tersebut menyediakan dua layar dalam satu pertunjukan. ''Kegiatan pagelaran wayang kulit dua dalang dua kelir sudah memasuki tahun ketujuh yang diselenggarakan di Panggung Terbuka Kampus II USD. Kali ini mengambil lakon Sang Gathotkaca yang menggambarkan proses belajar di kampus mulai mahasiswa baru, berproses dalam pendidikan, hingga akhirnya menyelesaikan studi dan diwisuda,'' tutur pembimbing UKM Karawitan Pastor Gregorius Budi Subanar SJ. Kampus berkolaborasi dengan dua dalang lulusan Program Studi Magister Ilmu Religi dan Budaya USD yakni Ki Hariyanto Atmo Juwono (Hariyanto SSn MHum) dan Ki Wahono Simbah (Wahono SSn MHum). Penampilan bintang tamu pelawak mataraman, Marwoto membuat pentas sangat hidup karena banyolanbanyolan khasnya.

Enam Bulan

Panitia pagelaran wayang kulit jauhjauh hari mempersiapkan agar pentas berlangung lancar serta gayeng. Mereka bekerja selama enam bulan bersama sejumlah pihak termasuk Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman. Persiapan memang memakan waktu cukup lama karena selain dua dalang dan dua kelir yang sudah beberapa kali dilakukan, kini bertambah dengan penggunaan bahasa Inggris. Kampus tersebut memang dikenal bagus dalam penggunaan bahasa Inggris sehingga dilakukan terobosan baru dengan maksud wayang bisa dinikmati siapa saja. ''Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman sangat mengapresiasi kegiatan pagelaran wayang kulit yang sudah berlangung berkali-kali di USD. Kegiatan ini untuk nguri-uri kebudayaan Jawa dan turut berpartisipasi aktif dalam mewujudkan salah satu visi Kabupaten Sleman yaitu menjadi masyarakat yang berbudaya,'' papar Kepala Bidang Peninggalan Budaya, Nilai, dan Tradisi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Sumarjana di sela-sela pentas. Ketua panitia kegiatan Gregorius Wenang Setyapraja berharap kesenian tradisional darah-daerah Indonesia bisa mendunia. Salah satunya dengan sering menggelar pertunjukan, melakukan terobosan- terobosan baru. Ia juga mengajak semua pihak berperan aktif melestarikan kebudayaan, bukan hanya wayang kulit tetapi juga budaya masing-masing yang demikian luar biasa.(Agung PW-56)


Berita Terkait
Loading...
Komentar