Parkir di Kota Lama Akan Dikelola Pemkot

SM/BBS : SAPA WISATAWAN : Wali Kota Hendrar Prihadi menyapa wisatawan mancanegara asal Malaysia yang berkunjung di Kota Lama Semarang, kemarin. (22)
SM/BBS : SAPA WISATAWAN : Wali Kota Hendrar Prihadi menyapa wisatawan mancanegara asal Malaysia yang berkunjung di Kota Lama Semarang, kemarin. (22)

SEMARANG-Setelah revitalisasi Kota Lama tahap I selesai, semakin banyak pengunjung yang datang. Namun, muncul tantangan baru, yakni penerapan kebijakan car free zone di kawasan peninggalan Belanda itu.

”Komplain terbesar setelah revitalisasi ini, yakni dari masyarakat yang datang ke sini untuk berwisata dengan kendaraan bermotor. Ada yang mengeluh tidak dapat parkir. Kalau dapat parkir tarifnya cukup memberatkan,” ungkap Wali Kota Hendrar Prihadi saat meninjau Kota Lama, kemarin. Selain itu, wisatawan yang berjalan-jalan di kawasan Little Netherland ini juga banyak yang merasa terganggu dengan lalu lalang kendaraan.

Menurut Wali Kota yang akrab disapa Hendi ini, perlu diberlakukan car free zone agar lebih nyaman. ”Untuk itu tantangan besarnya dua, untuk membangun kegiatan pariwisata yang berkelanjutan di kawasan Kota Lama ini. Pertama, bagaimana pengunjung mudah mendapatkan parkir, dan wisatawan juga dapat berwisata nyaman dengan jalan kaki,” tambahnya.

Dalam menjawab tantangan itu, Hendi menuturkan, sedang berupaya menyiapkan lima kantong parkir untuk menunjang aktivitas pariwisata Kota Lama. Rencana ada empat kantong parkir, yaitu di depan Satlantas, depan Sendowo, bekas PTP, dan lahan Damri.

”Untuk 1 titik lagi masih dicari yang paling memungkinkan. Kalau saya lihat dari time line kerjanya, mungkin sekitar awal tahun 2020 sudah bisa diterapkan konsep car free zone di sini,” tegasnya.

Secara detail, Hendi menjelaskan, nantinya sejumlah kantong parkir yang disiapkan untuk Kota Lama Little Netherland akan dikelola oleh Pemkot Semarang. Dengan pengelolaan itu agar tarif parkir dapat berlaku sesuai perda dan tidak memberatkan wisatawan. ”Lalu bagaimana dengan sedulur-sedulur yang memarkiri sekarang?

Akan direkrut oleh Pemerintah Kota Semarang dan digaji untuk membantu dalam pengelolaan kantong-kantor parkir tersebut nantinya,” jawabnya. Hendi menegaskan, dalam berbagai kebijakan, konsep Bergerak Bersama akan selalu dikedepankan. Dengan demikian, semua elemen dapat memiliki peran dalam segala aktivitas di Kota Semarang, terkhusus di Kota Lama. Hendi mengatakan, keterlibatan warga, pemilik gedung, dan investor tersebut adalah roh dari Kota Lama untuk dapat hidup kembali. Kota Lama direvitalisasi harus dengan rohnya juga. ”Rohnya apa? Ya aktivitas usaha ekonomi dan kegiatan sosial masyarakat yang ada di dalamnya,” lanjut Hendi.(K18-22)


Berita Terkait
Loading...
Komentar