PKL Stadion Ramaikan Taman Suryokusumo

Buka Tiap Akhir Pekan

SM/Moh Khabib Zamzami  -  KEMBALI RAMAI : PKL Taman Suryokusumo, Perumas Telogosari, kembali ramai seusai ditempati para pedagang, pindahan dari Stadion Diponegoro. (42)
SM/Moh Khabib Zamzami - KEMBALI RAMAI : PKL Taman Suryokusumo, Perumas Telogosari, kembali ramai seusai ditempati para pedagang, pindahan dari Stadion Diponegoro. (42)

PEDURUNGAN - Taman Suryokusumo, Perumnas Tlogosari yang semula sepi, kini diramaikan oleh para pedagang kaki lima (PKL). Para pedagang yang tergabung dalam Paguyuban PKL Taman Suryokumo meramaikan tempat itu dengan membuka pasar murah setiap akhir pekan.

Kasie Pengawasan Sarana Perdagangan Disdag Kota Semarang, Much Rois Bachrodi, mengungkapkan selter-selter tersebut, awalnya digunakan bagi relokasi PKL di Jalan Barito, Jl Gajahbirowo dan Unta Raya. Selain itu, juga diperuntukkan bagi PKLdi Jalan Tlogosari, Pasar Renteng di Taman Kasmaran.

Namun, ternyata banyak pedagang yang enggan menempati selter itu. ”Baru berdagang beberapa bulan di selter, banyak yang kemudian menutup dagangannya. Alasannya sepi pengunjung dan jaraknya terlalu jauh,” ujarnya, seusai mengikuti tasyakuran pembukaan Pasar Murah PKL Taman Suryokusumo, pekan lalu.

Dikatakan Rois, Dinas Perdagangan telah melakukan berbagai upaya agar PKL Taman Suryokusumo aktif kembali. Karena mereka tidak mau menempati di sini, kami mengambil inisiatif dengan mengijinkan PKL Stadion Diponegoro untuk berjualan di sini.

Ini memang program dari bidang penataan, namun PKLTaman Suryokusumo itu sepi sejak 2017. Kemudian pihak Dinas mengambil inisiatif dengan mempromosikan PKL Taman Surokusumo melalui akun medsos resmi Dinas Perdagangan. ”PKL Stadion hanya akan menempati jalan-jalannya saja.

Karena selter sudah ada pemakainya. Selter-selter di sini masih kami segel. Maksud dari penyegelan ini agar pemakai selter agar segera berkonsultasi dengan kami,” tambahnya. Harapannya, adanya pasar murah dapat menarik minat para pemakai selter kembali berjualan di tempat tersebut.

Dalam kesempatan itu, dia juga menyampaikan pesan Kepala Disdag, Pravarta Sadman agar para pedagang dapat berkoordinasi soal para pedagang yang tidak kebagian tempat berjualan. Pedagang itu dipersilakan menempati selter kosong dengan catatan harus didata dengan baik.

Sementara itu, Ketua Paguyuban PKL tiban Stadion Diponegoro, Pringgo Suctjahyo Rino berterima kasih kepada Pemkot yang telah memberikan kepercayaan kepada pedagang pkl stadion diponegoro. Kehadiran mereka diharapkan dapat meramaikan PKLTaman Suryokusumo. Dijelaskan Rino, sebanyak 415 pedagang mendaftar untuk berjualan di tempat tersebut.

Namun, dari sekian pedagang yang mendaftar hanya 325 pedagang yang tertampung. ”Nantinya, akan lebih dari 415 ditambah pemilik selter di dinas sekitar 30 orang. Kami sudah membuat kesepakatan dengan Dinas untuk memakai selter yang kosong. Setelah melihat pasar murah, pemilik selter sepakat untuk mengurus surat izin,” jelas dia.

Seperti diketahui, selter PKL Pasar Suryokusumo tahap 1 dibangun pada 2015. Sementara tahap 2 dibangun pada 2017. Jumlah keseluruhan selter mencapai sekitar 400 unit. Selterselter itu kemudian disegel oleh Dinas Perdagangan karena tidak pernah dipakai oleh pemiliknya. (bib-42)


Berita Terkait
Loading...
Komentar