PELATIHAN

Tingkatkan Daya Saing, IKM Dilatih Literasi Digital

SEMARANG - Untuk meningkatkan daya saing di tengah kemajuan teknologi digital, sebanyak 40 pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) se-Jawa Tengah (Jateng) dilatih literasi digital. Hal itu sejalan dengan upaya memperkenalkan IKM kepada ekosistem bisnis digital yang sejalan dengan program nasional Making Indonesia 4.0.

Direktur IKM Pangan, Barang dari Kayu, dan Furnitur, Direktorat Jenderal IKMA, Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Sri Yunianti mengatakan, kegiatan itu dalam rangka mengembangkan kompetensi IKM untuk lebih mempunyai daya saing di tengah kemajuan teknologi digital. “Ini sebagai tindak lanjut dari kegiatan e- Smart IKM telah dimulai sejak 2017. Standarisasi produk dan literasi digital merupakan fokus pendalaman.

Sedangkan peserta adalah IKM pangan yang telah dikurasi dan memenuhi kriteria legalitas usaha, izin edar produk dan telah memulai penjualan online melalui berbagai marketplace,” papar Sri Yunianti seusai membuka “Bimbingan Teknis IKM Go Digital” bagi pelaku usaha IKM di Hotel Patra Semarang, Senin (9/9).

Dalam kegiatan itu, peserta akan dilatih selama empat hari dengan materi pembelajaran tentang Standarisasi Mutu Produk dan Literasi Digital. Literasi digital yang akan diajarkan kepada peserta adalah ekosistem usaha dalam perdagangan online: digital payment, marketplace, logistic, marketing strategy, search engine optimization (yang awam dikenal dengan google), market review dan digital branding untuk perusahaan/produk IKM.

“Selain itu ada semacam testimoni, role model dari IKM yang sukses dan membangun jaringan (networking) dalam menjalankan bisnis secara online. Terkait dengan pengembangan produk secara fisik, dalam bimbingan teknis ini para IKM juga diajak untuk lebih mengenal desain dan label kemasan, HKI merek, sistem mutu produk pangan, prosedur pengajuan izin langsung dari narasumber BPOM, LPPOM MUI dan tenaga ahli standar mutu pangan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng, M Arif Sambodo menyatakan, perubahan cepat dari kemajuan teknologi di dunia bisnis menjadi latar belakang perlunya sinergi berkelanjutan antara stakeholder yakni IKM, pemerintah pusat dan daerah dalam rangka memperluas pasar ekspor bagi IKM. “Kemampuan ekspor digital perlu diperluas. Apabila yang menjadi kendala adalah pemasaran, maka produk harus diperbaiki.

Produk harus mempunyai daya saing. Misalnya, kemasan yang baik dan tentunya soal harga juga. Kemudian bagaimana cara mengolahnya secara efesien dengan memanfaatkan salah satu e-smart ini. Karena jaringan pemasaran melalui internet menjadi lebih efisien,” paparnya. (G4-46)