Mahasiswa UNY Ciptakan Smartoblin

Berbunyi saat Lantai Kamar Mandi Licin

SM/Agung PW  -  RABA ALAT : Penyandang tunanetra mencoba meraba alat yang dapat memberitahu kondisi kamar mandi aman atau tidak. (24)
SM/Agung PW - RABA ALAT : Penyandang tunanetra mencoba meraba alat yang dapat memberitahu kondisi kamar mandi aman atau tidak. (24)

Kemudahan beraktivitas di kamar mandi penting bagi penyandang tunanetra agar keselamatan terjada dan tetap bisa mandiri. Perlu menyediakan sarana yang memberi kemudahan, baik berupa petunjuk seperti rangsangan auditoris, visual, kinestetik, rangsangan taktual, aroma, dan suhu agar mereka lebih mudah beraktivitas.

SALAH satu kecelakaan berbahaya namun sering diabaikan adalah kecelakaan di kamar mandi, terutama bagi tunanetra. Kecelakaan terjadi karena lantai licin, stop kontak dekat dengan air, dan tidak ada pegangan toilet.

Karena itu, mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta merancang alat bantu untuk meningkatkan kemandirian tunanetra saat beraktivitas di kamar mandi. Raden Budi Santoso dari Prodi Pendidikan Teknik Elektro, Ikhsan Sahida dari Pendidikan Teknik Mekatronika dan Wahyuni Amilya dari Pendidikan Luar Biasa merancang alat yang disebut Smart Toilet for Blind People (Smartoblin) sesuai dengan penyandang tunanetra.

Alat tersebut menghasilkan audio atau suara yang akan mengarahkan penyandang tunanetra dalam beraktivitas di kamar mandi. Informasi yang diterima tunanetra berupa notifikasi bunyi speaker tentang peruntukan kamar mandi untuk laki laki atau perempuan, informasi letak peralatan di kamar mandi, dan informasi kondisi lantai licin atau tidak.

Mudah Dibawa

Smartoblin dirancangan mudah untuk digunakan di berbagai model kamar mandi. Pengembangan alat ini bertujuan memudahkan tunanetra beraktivitas di kamar mandi dalam kehidupan sehariñhari sehingga mereka lebih aman dan nyaman. ”Smartoblin telah diujicobakan di SLB Yaketunis Yogyakarta dan sangat membantu penyandang tunanetra mengetahui kondisi kamar mandi,” ujar Raden.

Sistem elektronis yang digunakan meliputi sensor PIR diletakkan di dinding kamar mandi, sensor infrared di dinding bagian dalam, sensor rain FC-37 terletak di lantai, dan rangkaian mikrokontroller (arduino) serta power supply sebagai sumber tegangan di dinding bagian luar.

Cara kerja alatnya, saat tunanetra meraba-raba dinding, sensor 1 akan mendeteksi objek dan meneruskan signal ke arduino lalu diproses menjadi suara melalui speaker dan memberikan informasi.

Alat tersebut tidak terikat model kamar mandi manapun. Selain itu, juga memberikan solusi kemandirian bagi tunanetra saat beraktivitas di kamar mandi. Alat tersebut benar-benar bermanfaat. Para tunanetra pun kini tek perlu khawatir ke kamar mandi, meskipun tidak didampingi orang lainnya. (Agung PW-41)


Berita Terkait
Tirto.ID
Loading...
Komentar