Sofyan Basir Ajukan Saksi Idrus Marham

JAKARTA - Mantan Direktur Utama PTPLN (Persero) Sofyan Basir mengajukan nama mantan Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham sebagai saksi di persidangan. Rencananya, Idrus dihadirkan menjadi saksi meringankan bagi Sofyan. ”Kami tanyakan ke penuntut umum bagaimana lanjutannya, terkait kehadiran Pak Idrus Marham,” ujar Soesilo di ruang sidang PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (2/9).

Jaksa KPK Ronald menyebutkan, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan izin dari Mahkamah Agung (MA). Ronald mengatakan, Idrus barubaru ini dilarikan ke rumah sakit menjalani perawatan sehingga sampai saat ini jaksa belum mendapat izin dari MA. Persidangan ditunda hingga Senin (9/9).

”Hakim anggota ad hoc Pak anwar, ini berhalangan ada keperluan pergi ke Surabaya. Selanjutnya Pak Topo ikut sidang majelis lain nggak tahu kapan selesainya,” kata Hakim Ketua Hariono.

Sementara itu, Soesilo mengatakan, saksi yang hendak dihadirkan adalah dua saksi meringankan dan tiga saksi ahli. Salah satunya, Prof Nur Basuki dari Universitas Airlangga dan beberapa rekan Sofyan di PLN. Dalam dakwaan, Sofyan disebut membantu memfasilitasi pemberian suap dari pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo kepada eks anggota DPR Eni Maulani Saragih dan eks Mensos Idrus Marham.

Sofyan juga disebut jaksa, melakukan pemufakatan jahat. Pemufakatan jahat yang dimaksud jaksa adalah karena Sofyan membantu Eni selaku anggota DPR mendapatkan suap dari Kotjo pengusaha yang ingin mendapatkan proyek di PLN.

Tak hanya itu, Sofyan juga didakwa berperan aktif memerintahkan jajarannya agar kesepakatan dengan Kotjo terkait proyek PLTU Riau-1 segera direalisasi. Sofyan pun disebut ada di berbagai pertemuan di hotel, restoran, kantor PLN, dan rumah Sofyan terkait pembahasan proyek ini. (dtc-41)


Loading...
Komentar