Pemerintah Diminta Sediakan Kawasan Industri Khusus Mebel

JAKARTA - Untuk menarik pelaku industri dari Tiongkok, Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) meminta pemerintah menyediakan tempat untuk mendirikan kawasan ekonomi khusus berbasis industri mebel. Sekjen DPPHIMKI, Abdul Sobur mengatakan, spesialisasi kawasan industri mebel dapat meningkatkan pertumbuhan industri mebel nasional.

Terbukti dari perpindahan 600 pelaku usaha mebel Tiongkok ke Vietnam bersamaan dengan adanya kawasan industri khusus mebel di sana. ”Sebanyak 80% pertumbuhan industri mebel Vietnam ditopang relokasi industri mebel dari Tiongkok. Pertumbuhan mebel Vietnam menjadi 38% dalam tiga tahun. Artinya setiap tahun pertumbuhannya mencapal 12%.

Kalau cara ini dibawa ke Indonesia, pertumbuhannya lebih besar lagi karena SDM dan sumber daya alamnya jauh lebih besar,” kata Sobur di Jakarta, baru-baru ini. Lebih lanjut dikatakan, kawasan industri khusus mebel yang dimaksud adalah kawasan industri yang mengelilingi industri mebel dengan industri pendukung, seperti produsen lem, produsen komponen mebel, maupun produsen fitting mebel.

Menurut dia, kawasan tersebut dapat membuat pelaku lokal dan global tertarik untuk masuk. ”Jika belum dapat mendirikan kawasan industri khusus mebel, sebaiknya pemerintah mengotakkan kawasan industri yang baru sesuai jenis industrinya.

Penyatuan industri padat karya dan padat modal dapat membuat konflik sosial. Sebab, pelaku industri mebel global akan terlebih dahulu membandingkan insentif setiap negara. Mulai dari insentif pajak hingga bahan baku,” ungkap Sobur. (sb-46)