Flyover Mranggen Dikebut

Pembebasan Lahan Ditarget Rampung Tahun Ini

SEMARANG - Pembebasan lahan untuk pembangunan jalan layang (flyover) Ganefo di Mranggen, Kabupaten Demak ditarget segera rampung. Setelah tahapan itu tuntas, sesuai rencana lelang proyek akan dilakukan pada Oktober 2019.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan anggaran Rp 205 miliar dengan skema tahun jamak (multiyears) untuk membangun flyover di jalur Semarang-Purwodadi itu. Dari jumlah itu, Rp 85 miliar digunakan untuk pembebasan lahan.

Adapun pekerjaan fisik membutuhkan Rp 120 miliar.

Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah Alwin Basri mengatakan, flyover Ganefo harus segera dibangun untuk mengatasi kemacetan yang sering terjadi di lokasi tersebut.

Di sekitar Pasar Ganefo terdapat persimpangan rel ganda kereta api dan jalan raya. Aktivitas di Pasar Ganefo kian menambah kemacetan. ”Kami mengharapkan pembebasan lahan segera diselesaikan, mengingat tahun depan mulai dikerjakan. Ganti rugi harus diperhatikan, karena daerah itu padat penduduk,” jelas dia, kemarin.

Dua Tahun

Surat pengadaan lahan sudah diteken oleh Sekda Jateng Sri Puryono selaku Ketua Tim Persiapan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Sesuai surat yang telah ditandatangani pada 19 Juli tersebut, luas lahan yang dibebaskan untuk proyek flyover 13.209 meter persegi dari total luas lahan yang dibutuhkan sebanyak 16.979 meter persegi. Lokasi pembangunan berada di Kelurahan Mranggen dan Kembangarum, Kecamatan Mranggen, Demak.

Dalam pembebasan lahan, beberapa tahapan dilakukan oleh tim pembebasan. Mulai pemberitahuan rencana pembangunan, pendataan awal, konsultasi publik, penetapan lokasi, dan pengumuman penetapan lokasi.

Adapun tahap pelaksanaan proyek yakni inventarisasi, pengumuman peta bidang, penetapan nilai, musyawarah, pemberian ganti rugi, dan pelepasan objek pengadaan tanah. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah AR Hanung Triyono menjelaskan, pembangunan diperkirakan membutuhkan waktu dua tahun dan masa pemeliharaan setahun. Bangunan flyover menggunakan konstruksi baja dan beton. Secara umum hampir sama dengan flyover lainnya. (H81-19)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar