Agenda Pentas Musik Diperbanyak

SM/Hendra Setiawan : TAMPIL DI PANGGUNG : Wali Kota Hendrar Prihadi bersama Grup Band Pendhoza saat tampil pada penutupan Semarang Jelajah Musik di kawasan Banjirkanal Barat, Jl Bojongsalaman Sabtu (24/8) malam.
SM/Hendra Setiawan : TAMPIL DI PANGGUNG : Wali Kota Hendrar Prihadi bersama Grup Band Pendhoza saat tampil pada penutupan Semarang Jelajah Musik di kawasan Banjirkanal Barat, Jl Bojongsalaman Sabtu (24/8) malam.

SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang akan berupaya memperbanyak agenda pentas musik.

Selain mempercantik destinasi wisata, ini sebagai salah satu usaha untuk mendatangkan banyak wisatawan dari luar daerah dan mancanegara. Hal itu berkaca pada suksesnya pergelaran Semarang Jelajah Musik (Semarjamu) yang diselenggarakan di Jalan Bojongsalaman, Banjirkanal Barat. Dalam acara selama empat hari itu, juga digelar Semarang Introducing Market.

Sejumlah musisi nasional bergiliran mengisi panggung di Banjirkanal Barat. Roy Jeconiah, Ndarboy Genk, Denny Caknan, serta Didi Kempot tampil pada acara pembuka. Sementara Band Senggol Tromol serta Pendhoza tampil pada acara penutupan, Sabtu (24/8) malam.

Wali Kota Hendrar Prihadi yang hadir pada kegiatan penutupan malam itu merasa senang melihat besarnya antusias masyarakat.

”Ribuan warga antusias hadir sejak hari pertama sampai terakhir. Ini membuat perayaan peringatan HUT Ke-74 RI benar-benar terasa meriah,” tutur Wali Kota yang akrab disapa Hendi itu.

Ya, pergelaran musik itu merupakan rangkaian peringatan HUT RI di Kota Semarang. Hendi menjelaskan, ini menjadi tolok ukur pelaksanaan berbagai kegiatan di Kota Semarang ke depannya. Kegiatan yang berskala lokal sekali pun harus mampu menarik minat masyarakat luar kota untuk terlibat, apalagi yang skalanya nasional, dan lebih-lebih internasional.

Acara bertajuk Semarang Jelajah Musik x Semarang Introducing Market itu juga dimaksimalkan untuk mendukung pelaku UMKM di Kota Semarang. Pada awal bulan ini, masyarakat juga disuguhi dengan acara Rock Pitoelasan. Hal ini merupakan konser musik rock yang menampilkan band-band asal Kota Semarang. Tak tanggung-tanggung, Rumah Dinas Wali Kota Semarang pun menjadi tempatnya. Dua buah panggung diisi 13 band rock asal Kota Semarang. Mereka adalah White Rose, Syailendra, JKD Rock Band, Maeztro, Soga Band, ESCE Band, Coromacho, G-Victory, Angker Hero, Donju One, The Gunners, Escape Troopers, Indonesian Rock.

Mereka menampilkan karyakaryanya dan karya band luar negeri yang legendaris. ‘’Pada 1 September nanti, Kota Semarang akan kedatangan band kenamaan asal Irlandia, Westlife. Saya berharap, sejumlah kegiatan yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Semarang tersebut dapat menarik minat wisatawan ke Kota Semarang,’’katanya.

Pembina UMKM

Sementara itu, dalam kegiatan yang digelar di Jalan Bojongsalaman, kemarin, tak kurang dari 120 UMKM, 40 food truck, dan 20 pelaku usaha kedapi kopi berpartisipasi. Para pelaku UMKM yang terlibat itu menjadi daya tarik bagi masyarakat. Pada malam itu, Lembaga Prestasi Rekor Indonesia Dunia (Leprid) mengaparesiasi Wali Kota Hendrar Prihadi.

Hendi dinobatkan sebagai pembina UMKM berizin terbanyak se-Indonesia. Leprid mencatat, ada16.597 UMKM di Kota Semarang berhasil dibina hingga memiliki izin usaha sejak 2015. Hendi menekankan komitmennya dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan di Kota Semarang. ”Hari ini semangat pembangunannya adalah bergerak bersama. Baik dalam pembangunan fisik, penyelenggaraan kegiatan, dan seterusnya. Masyarakat harus terlibat bersama pemerintah untuk saling mendukung,” jelas Hendi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari mengatakan, dalam lima bulan terakhir tak kurang dari 3,2 juta wisatawan berkunjung ke Kota Semarang. Mereka tak hanya wisatawan domestik melainkan juga wisatawan mancanegara. Tahun ini diproyeksikan ada lonjakan dua juta wisatawan atau di angka 7,7 juta orang. Sementara tahun lalu wisatawan yang berkunjung ada 5,7 juta wisatawan. Tidak hanya dilihat dari meningkatnya rata-rata kunjungan wisatawan domestik, namun kunjungan wisatawan mancanagera juga naik. Hingga Mei 2019 rata-rata naik 20 persen. ‘’Kunjungan wisatawan Kota Semarang mampu menempel ketat dengan daerah wisata unggulan lainnya di wilayah Joglo Semar (Jogja-Solo-Semarang),’’ujar Indriyasari.

Sebelumnya, rata-rata peningkatan wisatawan hanya sekitar 300 ribu setiap tahunnya. Tapi hingga Mei ini, tiap bulan rata-rata meningkat hingga 600-700 orang. Melihat proyeksi realisasi variabel kunjungan wisatawan ke Kota Semarang, hingga akhir tahun ini, bisa melonjak sekitar 2 juta orang. Indriyasari menuturkan, proyeksi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan Kota Semarang pada 2019 tertinggi di wilayah Joglo Semar.

Di Kabupaten Sleman misalnya, peningkatan wisatawan per tahun berkisar 1 juta wisatawan. ”Kalau Sleman pada 2018 sudah bisa mencapai 8,5 juta wisatawan. Kami optimistis dengan proyeksi lonjakan seperti ini, Semarang bisa saja melampaui pada 1-2 tahun ke depan,” imbuh wanita yang akrab disapa Iin ini.(K18-22)


Berita Terkait
Loading...
Komentar