Busana Papua Dominasi Lomba Fashion Anak

SEMARANG - Pakaian adat Sumatera, Jawa, Bali, hingga Papua, ditampilkan di Hotel Grasia, Minggu (25/8). Pakaian adat itu, dikenakan oleh siswa-siswi SD, dalam peragaan busana “Lomba Anak Kreatif”, yang diselenggarakan pihak hotel.

Dalam acara itu, juga digelar lomba mewarnai untuk siswa taman kanak-kanak (TK). Total ada sekitar 140 peserta, yang tampil dalam acara untuk memeriahkan HUT Republik Indonesia ke-74 itu. Salah satu perwakilan dari dewan juri, mengatakan kriteria dalam penilaian lomba busana adat, yaitu saat dipanggung terlihat percaya diri, tersenyum, penguasaan panggung, bahasa tubuh, dan kreasi dalam membawakan busana adat yang dikenakan. “Semua penampilan dan busana adat yang dikenakan para peserta bagus, namun kami memilih yang terbaik. Karena itu keputusan juri mutlak tak bisa diganggu gugat. Dalam lomba ini kami mencari talenta baru dan bukan model,” ujarnya.

Pemenang lomba peragaan busana adat Kategori C, adalah Garnesa memakai busana adat Papua. Peringkat kedua diperoleh Luinsa memakai busana adat Bali, dan peringkat ketiga oleh Hisam memakai busana adat Sumatra. Selanjutanya untuk pemenang kategori D, pemenangnya adalah Tisya yang memakai busana Papua, peringkat kedua diperoleh Keisya memakai busana Bali, dan peringkat tiga diperoleh Caca memakai busana Bali. Selain itu, untuk pemenang lomba mewarnai tingkat TK yaitu, pemenangnya adalah Afnan dari TK Darussalam, peringkat kedua didapatkan Almira dari ITB Pelangi Boyolali dan peringkat ketiga diperoleh Adhwa. Kemudian pemenang lomba mewarnai untuk tingkat SD yaitu, didapatkan Neva Azka dari SD Ngadirejo 01. Peringkat kedua Fanny N dari SDN Kalibanteng 01, peringkat ketiga diperoleh Aira Bara dari SD Wonoyoso Kabupaten Semarang.

General Manager Hotel Grasia, Noor Faiq mengatakan bangsa Indonesia memiliki berbagai beragam kebudayaan, namun mereka tetap rukun dan damai. Hal ini merupakan cermin dari tulsan “Bhinneka Tunggal Ika”, yang dicengkram oleh kaki burung garuda, dalam lambang Garuda Pancasila. “Jiwa nasionalisme pada anak, perlu dibentuk sejak dini. Salah satunya melalui peragaan busana adat kebudayaan. Hal itu juga bentuk pembelajaran bagi anak anak mengenal berbagai busana adat di Indonesia melalui lomba penampilan anak kreatif,” ujarnya, kemarin.

Dalam lomba anak kreatif, juga terdapat kuis bagi anak bernuansa nasionalis. Misalnya anak-anak akan diberikan kuis seputar pertanyaan sila-sila Pancasila. Adapula pertanyaan seputar HUT Ke-74 Kemerdekaan RI. Jika mereka dapat menjawab dan hafal Pancasila, maka akan mendapatkan hadiah. “Dalam lomba modelling busana adat, kami benar-benar mencari talenta baru,” imbuhnya. (kas,K18-42)


Berita Terkait
Loading...
Komentar