10 Grup Ikuti Audisi di Semarang

Festival Tari Ratoh Jaroe

SM/Irawan Aryanto : AKSI PESERTA: Sejumlah peserta audisi Festival Tari Ratoh Jaroe, menunjukkan aksi pada audisi Semarang yang diselenggarakan di Taman Indonesia Kaya, Minggu, (25/8)
SM/Irawan Aryanto : AKSI PESERTA: Sejumlah peserta audisi Festival Tari Ratoh Jaroe, menunjukkan aksi pada audisi Semarang yang diselenggarakan di Taman Indonesia Kaya, Minggu, (25/8)

SEMARANG- Sebanyak sepuluh grup tari dari berbagai perwakilan sekolah setingkat SMA dan perguran tinggi, unjuk kemampuan di Taman Indonesia Kaya, Minggu, (25/8), dalam audisi untuk menyaring peserta Festival Tari Ratoh Jaroe 2019.

Kepala Bidang Promosi dan Pameran, Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), Almuniza Kamal, mengatakan pergelaran festival tarian khas Aceh itu, sebelumnya telah dilaksanakan di DKI Jakarta dan Banten. Pada penyelenggarakan Festival Tari Ratoh Jaroe 2019 yang ke-12 ini telah memasuki tahap audisi di Kota Semarang. ”Nantinya dewan juri yang dipercaya menilai dan memilih kolaborasi terbaik dari anak-anak Semarang, dan juga dari daerah Jawa Timur dan DI Yogyakarta yang ikut audisi di Semarang,”papar Almuniza Kamal.

Pihaknya berharap, dengan adanya kegiatan ini, terbuka pula cakrawala dan wawasan peserta, agar dapat menjadi pribadi yang memiliki sportivitas, tanggung jawab, rasa kebersamaan dan menjaga kebudayaan masingmasing daerah. ”Tidak saja hanya audisi Tari Ratoh Jaroe, panitia penyelenggara kegiatan tersebut nantinya juga akan meminta peserta untuk menuliskan puisi terkait tari Ratoh Jaroe yang mereka bawakan. Nantinya, panitia akan memberikan penghargaan kepada tiga peserta terbaik,” katanya.

Kepala Subbidang Promosi dan Pameran/Kepala Anjungan Aceh TMII, Cut Putri Alyanur, juga berharap nantinya audisi di Semarang, muncul peserta penulisan puisi terbaik dan tentunya ada penghargaan. ”Festival Tari Ratoh Jaroe 2019 adalah ajang promosi kebudayaan dari Provinsi Aceh.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menyatukan, menguatkan dan mengenalkan nilai kebudayaan sebagai bagian dari menjaga kebudayaan daerah dan menumbuhkan rasa kepekaan terhadap anak didik untuk peduli dengan warisan budaya,” tambah Cut Putri. (G4-42)


Berita Terkait
Loading...
Komentar