Jumlah Korban Kapal Terbakar Lebihi Manifes

303 Orang Selamat, Tiga Tewas

JAKARTA - Rachmawati Soekarnoputri menilai sulit menyatukan visi yang disuarakan Prabowo Subianto dengan visi pemerintahan Joko Widodo. Kepala Subdirektorat (Subdit) Pengerahan Potensi dan Pengendalian Operasi SAR Basarnas, Agus Haryono menjelaskan, informasi awal manifes kapal berjumlah 111 orang penumpang, yang terdiri atas 100 orang dewasa, enam anak-anak, dan lima bayi.

Namun, kemudian pihak perusahaan KM Santika Nusantara memberi data jumlah penumpang beserta awaknya sebanyak 277 orang. "Terhitung hingga (Sabtu, 24/8- Red) malam ini, Basarnas bersama tim gabungan telah mengevakuasi sebanyak 309 orang, artinya tidak sesuai dengan manifes awal," katanya.

Dia menjelaskan, sampai Sabtu (24/8) malam, pihaknya telah mengevakuasi sebanyak 309 orang korban. Jumlah itu jauh melebihi data person on board seperti yang dilaporkan pihak perusahaan KM Santika Nusantara kepada Basarnas.

Agus merinci, dari 309 orang yang telah dievakuasi, 306 di antaranya berhasil diselamatkan, dan tiga orang meninggal dunia. "Sampai sekarang kami bersama tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian, hanya untuk berjaga-jaga seandainya masih ada korban lain di sekitar lokasi perairan Masalembu," katanya.

Menunjuk pada Standar Operasional Prosedur (SOP) Basarnas, pencarian akan terus dilakukan selama tujuh hari. "Pencarian tidak hanya kami lakukan di laut, melainkan juga dipantau melalui udara menggunakan pesawat CN milik TNI AL," ujarnya.

Siap Dipulangkan

KM Santika Nusantara diinformasikan terbakar di perairan Masalembu pada Kamis (22/8) sekitar sekitar pukul 20.45 WIB, saat sedang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kapal jenis roll on-roll off (roro) itu, selain membawa ratusan penumpang, juga memuat 84 unit kendaraan berbagai jenis. Sementara itu, para korban selamat yang telah berhasil dievakuasi akan dipulangkan ke rumah masingmasing.

Mereka akan diangkut dengan bus yang disediakan oleh operator kapal KM Santika Nusantara. Tentunya setelah dilakukan pendataan secara lengkap di Tanjung Perak, Surabaya.

"Pihak perusahaan (KM Santika Nusantara-Red) sanggup untuk memfasilitas kepulangan para korban yang kita tampung di rumah singgah dinas sosial terlebih dahulu," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Abdul Rachman, Sabtu (24/8). Pihaknya berharap pemulangan penumpang KM Santika Nusantara bisa dilakukan paling lambat hari ini, Minggu (25/8).

"Mudah-mudahan besok (Minggu, 25/8-Red) pagi sudah bisa dipulangkan," imbuh Abdul Rahman. Ratusan korban KM Santika Nusantara yang terbakar di Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep, itu berhasil selamat setelah menaiki sekoci kapal dan terapung selama empat jam di laut.

Mereka diselamatkan kapal nelayan. Kebakaran kapal yang terjadi pada Kamis (22/8) malam itu diketahui oleh beberapa saksi penumpang. Mereka mengaku sempat melihat titik kepulan asap keluar dari lantai bawah tempat parkir motor dan truk.

"Setahu saya api itu muncul dari bawah. Ada beberapa ABK kapal yang geraknya kurang cepat. Ambil selang dan mencoba padamkan api. Tapi terlambat api susah besar," ujar Sujiman, penumpang selamat asal Kediri, seperti dilansir dari Detik. com, Sabtu (24/8). Dia mengaku mengetahui api membesar di dek bawah, lokasi truk dan motor di parkir.

Tak hanya api, asap tebal dari kebakaran tersebut membuat pandangan tak jelas. Banyak penumpang yang juga mengaku tak bisa bernapas terkena asap tersebut. "Kita lari ke bawah ternyata api sudah besar.

Dari lantai bawah kemungkinan lantai truk yang taruh mobil. Kita akhirnya naik ke atas. Setelah naik mau turun lagi asap wes gak mampu (sudah tidak mampu- Red) kita akhirnya kita terjun di laut," tambahnya. Karena anak buah kapal (ABK) kapal tak mampu memadamkan api, para penumpang kemudian mengambil jaket pelampung dan naik sekoci.

Mereka mengaku terapung di lautan selama empat jam lebih sebelum diselamatkan oleh para nelayan. Penumpang yang selamat tersebut diangkut oleh KM Putera Tunggal 8, melalui Pelabuhan Kalianget Sumenep. Mereka langsung mendapatkan perawatan medis karena sebagian mengalami lukaluka.( ant,dtc-46)


Berita Terkait
Loading...
Komentar