Klaten Juarai Parade Dekranasda Festival

WONOGIRI - Kontingen Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dari Kabupaten Klaten berhasil meraih juara saat Parade Dekranasda Festival dalam rangka Pesta Rakyat Hari Ulang Tahun ke-69 Provinsi Jateng di Kabupaten Wonogiri, Sabtu (24/8) sore.

Mereka mampu tampil memukau dengan busana yang dihiasi rangkaian bunga-bungaan. Adapun peringkat kedua ditempati oleh Dekranasda Kabupaten Batang, peringkat ketiga ditempati Dekranasda Kabupaten Wonosobo, peringkat ke empat ditempati Dekranasda Kabupaten Wonogiri, peringkat kelima ditempati Dekranasda Kota Surakarta, dan peringkat keenam ditempati Dekranasda Kabupaten Rembang.

Seluruh peserta berupaya menampilkan yang terbaik. Ada kontingen yang menampilkan busana didominasi unsur satwa dan alam, ada pula kontingen yang menampilkan busana dihisasi unsur bangunan dan sebagainya. Tuan rumah Kabupaten Wonogiri juga mengenakan busana yang unik, yakni busana yang dihiasi rangkaian wayang kulit.

Hal itu untuk mengangkat potensi kerajinan wayang kulit di kabupaten tersebut. Ketua Dekranasda Provinsi Jateng, Atikoh Ganjar Pranowo mengatakan, para desainer dan pelaku usaha perlu dipertemukan untuk mengembangkan fashion di Jateng. ”Kendala selama ini adalah desain. Perlu mempertemukan pelaku usaha dengan desainer,” katanya.

Upaya lainnya dengan memberikan stimulan berupa lombalomba untuk memancing kreatifitas bagi desainer dan pelaku usaha. ”Selain itu diberi ruang untuk ajang berkreasi,” terangnya.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan, hampir setiap kabupaten/ kota di provinsi tersebut ternyata mempunyai event fashion show. ”Ada batik karnival, lurik, batik lurik, dan tentunya ada kombinasi desain-desain mutakhir,” imbuhnya. Apabila potensi-potensi itu dikumpulkan, akan menjadi fashion show yang luar biasa di Jateng.

Oleh karenanya, dia berharap para kreator dan desainer bisa menyampaikan masukan-masukan untuk pengembangan fashion show di masa mendatang. ”Sekelas SMK di Kudus saja bisa pameran di Paris,” ujarnya. Sebelumnya, gubernur juga memimpin senam massal dan jalan sehat berkeliling Wonogiri kota, Sabtu (24/8) pagi.

Seusai jalan sehat, para peserta minum jamu tradisional dan sarapan pecel bersama di Alun-alun Kabupaten Wonogiri. Gubernur memanfaatkan momen tersebut untuk mempromosikan jamu tradisional.(J11-60)