Tiga Penerjun JAS Mendarat Di Laguna Pantai Depok

BANTUL-Tiga penerjun Jogja Air Show (JAS) mendarat di Laguna Pantai Depok, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Sabtu (24/8). Meski jatuh di tempuran Sungai Opak, ketiga penerjun selamat walau satu penerjun terpaksa dirawat instensif.

Tiga dari 12 penerjun payung yang berusaha mendarat di landasan pacu pesawat di Pantai Depok, tertiup angin kencang sehingga mendarat di Laguna Pantai Depok. Terjun payung ini, memeriahkan pagelaran Jogja Air Show yang digelar setiap tahun sekali.

Ketiga penerbangan yang turun dari ketinggian 6.000 meter ini, mendarat di Laguna Pantai Depok yang berada satu kilometer sebelah barat landasan Pantai Depok. Dua penerjun berhasil diselamatkan Tim SAR gabungan, yakni Brigadir Nugroho dan Ali Nasuton yang berasal dari kesatuan Polisi Udara Mabes Polri.

Sedangkan satu penerjun yang berhasil dievakuasi namun kondisinya cukup memprihatinkan akibat lama berada di Laguna Depok, yakni Romli penerbang sipil dari Kalimantan Barat harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut. Brigadir Nugroho mengatakan, 12 penerjun terjun dari ketinggian 6.000 meter membawa bendera setiap penerjunan.

Ada sejumlah penerjun yang harus membuka payung pada ketinggian 4.000 meter hingga 3.000 meter, tapi ketika payung dibuka angin kencang diatas 20 not menerjang para penerjun payung. ”Jadi ketika payung parasut dibuka, semua penerbang posisinya mundur karena kencangnya angin meski sudah berusaha menuju titik penerjunan,” katanya.

Angin Kencang

Para penerjun sebenarnya sudah berusaha untuk mendarat pada titik pendaratan yang telah ditentukan, namun kencangnya angin membuat penerjun gagal mendarat pada titik yang ditentukan. ”Saya bersama dua penerjun lainnya mendarat di Laguna Pantai Depok,” ujarnya.

Ada teknik khusus untuk water landing, life jacketdan sebelum masuk air parasut kita lepas dan payung cadangan yang ada bisa difungsikan sebagai pelampung. ”Memang parasut cadangan bisa digunakan untuk sebagai pelampung,” tuturnya.

Sementara Brigadir Ai Nasution, salah satu penerjun yang mendarat di Laguna Pantai Depok mengatakan, faktor angin yang cukup kencang menjadi faktor utama gagalnya pendaratan ke tempat yang telah ditentukan. ”Dalam kondisi sulit, kemudian saya putuskan mendarat ke Laguna Depok, karena angin sangat kencang,” katanya.

Agustinus Bayu Sakti, anggota Polair Polda DIY yang turut dalam operasi penyelamatan penerjun yang mendarat ke Laguna Laut mengatakan, satu penerjun yang mendarat di Laguna Depok, Romli, kakinya sempat terlilit parasut cadangan sehingga hanya mengandalkan tangan untuk bertahan di air. ”Kondisi panik, lelah, dan saat dilakukan pertolongan korban dalam kondisi lemah. Selain itu penerjun juga meminum air cukup banyak. Tapi sudah berhasil kita selamatkan,” tuturnya.(Sgt-60)