HUT JATENG

Ayo Ngrumat Bebrayan, Mari Jaga Persaudaraan

SM/Khalid Yogi  -  TAMPIL ATRAKTIF : Ratusan penari kethek ogleng tampil atraktif saat upacara pembukaan Pesta Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-69 Provinsi Jawa Tengah di Alun-alun Kabupaten Wonogiri, Jumat (23/8). (24)
SM/Khalid Yogi - TAMPIL ATRAKTIF : Ratusan penari kethek ogleng tampil atraktif saat upacara pembukaan Pesta Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-69 Provinsi Jawa Tengah di Alun-alun Kabupaten Wonogiri, Jumat (23/8). (24)

WONOGIRI - Gubernur Ganjar Pranowo mengajak seluruh masyarakat untuk ngrumat bebrayan, sesuai dengan tema Pesta Rakyat Jawa Tengah dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-69 Provinsi Jawa Tengah. Menurutnya, tajuk tersebut mengandung nilai budaya yang harus dirawat, yakni paseduluran dan bebrayan.

Kedua kata tersebut merupakan implementasi konkret dari sila ke-3 Pancasila, yakni Persatuan Indonesia. Dia menegaskan, persatuan Indonesia saat ini sangat dibutuhkan. Oleh karenanya diperlukan toleransi, berhati-hati dalam bermedia sosial, dalam menggunakan gawai, dan memilih diksi untuk dikeluarkan ke publik.

"Ngrumat Bebrayan merupakan bagian dari cara merawat persaudaraan dan kekeluargaan, menjaga perasaan, sehingga terwujud persatuan dan Indonesia kuat," ujarnya. Saat membuka Pesta Rakyat di Alunalun Kabupaten Wonogiri, Jumat (23/8) Gubernur juga menyampaikan pesan untuk meningkatkan dan memelihara integritas pemerintahan.

Dia menegaskan, pemerintahan harus dikelola secara bersih dan melayani masyarakat. Untuk itu, dibutuhkan integritas yang tinggi dari para penyelenggara pemerintahan. "Jangan ada jual beli jabatan, buang itu ke comberan.

Jangan njaluk-njaluk (meminta-minta) proyek yang tidak jelas, nanti malah jadi masalah," katanya. Hampir seluruh kota/kabupaten di Jawa Tengah kini mampu meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). "Tinggal tiga kabupaten yang belum WTP. Itu menunjukkan duit yang dikelola dipertanggungjawabkan dengan baik," tambahnya.

Acara itu juga dihadiri Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Muhammad Effendi, Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sri Puryono, sejumlah anggota Komisi B DPRD Provinsi Jateng, Bupati Wonogiri Joko 'Jekek' Sutopo, dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Wonogiri.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Gubernur kemudian diikuti pemukulan kentongan secara serentak oleh 500 pelajar dari Kabupaten Wonogiri.

Setelah itu, upacara pembukaan dimeriahkan dengan pertunjukan kesenian kolosal Kethek Ogleng yang dibawakan oleh 250 penari. Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sri Puryono mengatakan, Pesta Rakyat itu diadakan tanggal 23-25 Agustus. Tema yang diusung adalah Ngrumat Bebrayan Mbangun Jateng.

Upacara pembukaan juga diisi dengan penyerahan penghargaan dan lomba oleh Gubernur Jateng, penyerahan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebesar Rp 7,65 miliar yang diterima Bupati Wonogiri, beasiswa Asian School Game, penyerahan bantuan kepada Kelompok Usaha Bersama (KUBE), bantuan kursi roda untuk penyandang disabilitas, dan bantuan bus dan mobil untuk SDIT Muhammad Rafi Wonogiri. (J11-56)


Berita Terkait
Loading...
Komentar