PEMBERDAYAAN

Fokus Nasabah Prasejahtara Produktif

BTPN Syariah melayani keluarga prasejahtera produktif untuk meningkatkan pendapatan mereka. Selama dua hari, tim dari Jakarta berkunjung ke sejumlah nasabah prasejahtera di Kota Semarang. Kunjungan pertama ke pelaku usaha bantal di Jalan Genuk Krajan Tegalsari, dilanjutkan ke produksi kayu jati londo di Jalan Dempel Lor Muktiharjo.

Kedua nasabah itu memanfaatkan layanan pembiayaan dari BTPN Syariah dan berhasil mengembangkan usahanya. Direktur Utama BTPN Syariah Ratih Rachmawaty menuturkan, pihaknya membidik para nasabah prasejahtera produktif.

Melalui pembiayaan, diharapkan usaha mereka berkembang. Sejak 2010, total penerima pembiayaan lebih dari lima juta nasabah. Dengan 25 cabang di seluruh Indonesia dan 41 kantor fungsional operasional, bank itu punya sekitar 12.000 karyawan yang melayani langsung nasabah pada hampir 70% kecamatan di Tanah Air.

Semester I-2019, BTPN Syariah mencatatkan pertumbuhan pembiayaan 24% menjadi Rp 8,54 triliun dari Rp 6,87 triliun pada periode yang sama 2018. Nasabah dilayani oleh personal banker profesional, dan hampir 100% dana yang ditempatkan disalurkan kepada keluarga prasejahtera produktif yang mencapai 3,6 juta nasabah aktif.

Perubahan dampak sosial nasabah diukur setiap tahun, di antaranya probabilitas kembali ke garis prasejahtera, penurunan persentase anak bersekolah, peningkatan kemampuan mencicil pembiayaan, dan menabung. Hal tersebut menunjukkan program pembiayaan BTPN Syariah memberikan dampak pada peningkatan pendapatan keluarga prasejahtera.

”Keyakinan do good do well atau berkinerja baik sekaligus memiliki dampak sosial yang nyata, itulah yang membuat seluruh insan di BTPN Syariah memiliki satu identitas yang sama, yaitu #bankirpemberdaya,” tegas Ratih. Pihaknya juga melakukan pemberdayaan nasabah perempuan. Ribuan tamatan SMAterlatih diberi kesempatan berkarir menjadi seorang bankir, sebagai community officer, atau dikenal dengan sebutan Melati Putih Bangsa.

”Kami terus fokus melayani keluarga prasejahtera produktif di negeri ini,” ujar dia. Business Coach Jateng 1 Bank BTPN Syariah Anom Arditta menambahkan saat ini jumlah nasabah prasejahtera di Kota Semarang sekitar 293 ribu. Pasar yang mendominasi adalah usaha perdagangan, jasa, dan produksi. Segmen yang disasar tidak per sektor, tapi lebih pada kategori prasejahtera produktif.

Bagi yang belum memiliki usaha, bisa menjadi customer Bank BTPN Syariah. ”Pembiayaan ada dua tipe, yaitu bagi yang belum memulai usaha mulai Rp 1,5 juta, sedangkan yang sudah memiliki usaha dengan buktibukti jelas rata-rata dari Rp 5 juta bertenor satu tahun,” ungkap Anom. (Fista Novianti-18)


Loading...
Komentar