PROPERTI

Pasar Rumah Terjangkau Lesu

SEMARANG - Pasar rumah terjangkau di Jateng belum bergairah atau lesu pada tengah tahun ini. Di samping kondisi politik belum stabil, ada masalah baru, yaitu kuota subsidi pada sebagian besar bank berkurang.† ‘’Terutama Bank BTN yang memiliki banyak kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Dampaknya, realisasi akad kredit pemilikan rumah (KPR) FLPP banyak yang berhenti,’’ tutur Ketua DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Jateng Bayu Rama Djati, kemarin.

Padahal, menurut dia, banyak calon konsumen telah mendapatkan persetujuan KPR dari bank. Pengembang pun telah membangun rumah 100 persen. Dia memperkirakan ada seribuan unit rumah dalam pembangunan di Jateng dn DIY, sebagian merupakan rumah bersubsidi yang kebanyakan dibangun oleh developer anggota Apersi.

Pihaknya menilai pemerintah tidak perpihak kepada pengembang kecil, karena Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengeluarkan skema KPR Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) yang dananya bersumber dari Bank Dunia.

”Fasilitas itu masih kontroversial, karena ada lembaga lain yang dibentuk pemerintah untuk mengelola dana bantuan. Prosedurnya pun panjang dan rumit untuk setiap rumah subsidi.

Selain itu, terkendala Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang sangat ketat dibandingkan KPR FLPP,” jelas dia Bayu. Ia sangat berharap pemerintah kembali meninjau peraturan, agar para pengembang bisa terus mendukung pembangunan rumah yang terjangkau.

Pada saat ini dirasakan pemerintah hanya berpihak kepada pengembang besar. Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) developer anggota, kata dia, DPD Apersi Jateng akan menyelenggarakan pendidikan dan latihan bersamaan dengan Rakerda di The Sunan Hotel Solo, 3-4 September mendatang.

‘’Pendidikan dan latihan dikelola oleh Tim Apersi Training Center Pusat dengan mentor praktisi developer senior yang telah mengembangkan ribuan unit rumah serta direksi Bank BTN,’’ujar dia. (G4-18)


Loading...
Komentar