Listrik Menyala 24 Jam

Karimunjawa Perlu Gencar Promosi

JEPARA - Pasokan listrik di Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, telah konsisten menyala 24 jam untuk mendukung pariwisata di wilayah itu. Infrastruktur kelistrikan ini tinggal didukung promosi pariwisata yang lebih gencar lagi.

Hal itu dikatakan R Patrick Wahyu selaku Inspektur V Inspektorat Jenderal Kemenkeu dalam Focus Group Discussion dan On Site Visit Kementerian Keuangan Republik Indonesia di hall D’Seasons Hotel Karimunjawa, Kamis (22/8).

FGD juga dihadiri Hidmad Erhansyah selaku VP Subsidi PT PLN, perwakilan elemen masyarakat Kepulauan Karimunjawa seperti sekretaris kecamatan, perwakilan kepala desa, dan tokoh masyarakat.

‘’Listrik yang baik akan meningkatkan iklim usaha di suatu daerah, termasuk di pulau-pulau terluar, tak terkecuali Karimunjawa,’’ kata Patrick. Menurut Patrick, wisata di Karimunjawa sangat bagus bagi masyarakat yang gemar snorkeling atau sekadar menikmati keindahan pantai dan laut.

Promosi keindahan Karimunjawa perlu lebih ditingkatkan agar wisatawan lokal maupun mancanegara tahu dan tertarik berkunjung. Ia menyarankan agar dapat digencarkan promosi melalui media maupun booth di mall Jakarta. Perlu juga dibangun infrastruktur yang baik bekerja sama dengan pihak-pihak terkait.

VP Subsidi PT PLN Hidmad Erhansyah menambahkan, kinerja PLN juga diaudit oleh badanbadan negara yang lain, sehingga tingkat mutu pelayanan adalah hal utama yang wajib dipenuhi PLN.

Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Jepara, Mulki Maulana mengemukakan, saat ini listrik Karimunjawa sudah menyala 24 jam. Semisal adanya listrik yang padam, itu semata-mata disebabkan oleh faktor eksternal yang bersinggungan dengan kabel listrik.

‘’Selebihnya kelistrikan di Karimunjawa dalam kondisi aman,’’katanya. Pada penghujung acara dilakukan diskusi bersama sekcam, perwakilan warga, dan tokoh masyarakat.

Masyarakat berharap perputaran roda ekonomi, fasilitas kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur lainnya dapat membawa arah taraf hidup yang lebih baik. Tentunya tetap mengedepankan keseimbangan alam di wilayah itu tanpa ada perusakan ekosistem. (daz-27)