BI Kembali Pangkas Bunga Acuan 25 Bps

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) kembali memangkas suku bunga acuannya, BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) sebesar 25 basis points (bps) menjadi 5,5%. Bulan lalu, BI juga sudah menurunkan bunga acuan 25 bps.

Gubernur BI, Perry Warjiyo menilai meskipun suku bunga kebijakan sudah mengalami penurunan, namun imbal hasil investasi aset keuangan domestik di Indonesia masih tetap menarik. "Neraca pembayaran Indonesia kuartal II-2019 juga tetap baik ditopang oleh berlanjutnya surplus neraca modal dan finansial 7,1 miliar dolar AS, ini karena prospek perekonomian Indonesia yang positif dan daya tarik investasi keuangan domestik yang tinggi," kata Perry dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Kamis (22/8).

Menurut Perry, menariknya investasi RI ini juga tercermin dari aliran modal asing yang masuk sepanjang 2019 atau year to date (ytd) sebesar Rp 176,4 triliun. Dia menjelaskan, kebijakan penurunan suku bunga itu menggunakan baseline skenario yang memperhitungkan dampak ketegangan perang dagang yang sudah terjadi terkait pengenaan tarif 10% terhadap 250 miliar dolar AS komoditas asal Tiongkok oleh Amerika Serikat (AS).

Asumsi The Fed

Berdasarkan pertimbangan tersebut, BI masih mengasumsikan penurunan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed) pada tahun ini hanya satu kali yaitu pada Juli lalu, dan tidak akan ada penurunan suku bunga The Fed lagi sampai akhir tahun. BI juga memperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunga satu kali lagi pada tahun depan. "Itu asumsi dasar baseline skenario kita," ungkap Perry. Karena itu, Perry mengakui penghitungan imbal hasil investasi di Indonesia belum memperhitungkan dampak perlambatan ekonomi lanjutan di AS dan memanjangnya perang dagang sehingga kemungkinan pertumbuhan ekonomi global pun melambat. "Namun berdasarkan bacaan kami dan perhitungan pasar, The Fed masih bisa menurunkan lagi suku bunganya pada tahun ini dua atau tiga kali," imbuh Perry.

Dengan begitu, Perry meyakini imbal hasil investasi aset pasar domestik Indonesia masih akan tetap menarik dibandingkan sejumlah negara emerging market lainnya. Keputusan pemangkasan kembali bunga acuan BI sebesar 25 bps dari 5,75% menjadi 5,5% itu diambil dalam Rapat Dewan Gubernur BI pada 21-22 Agustus 2019, dan diumumkan dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta Pusat, Kamis (22/8). Selain bunga acuan, BI juga menurunkan suku bunga deposit facility sebesar 25 bps jadi 4,75%, dan lending facility turun 25 bps jadi 6,25%. Perry Warjiyo menjelaskan, dengan penurunan bunga acuan yang dilakukan oleh BI, ke depan akan diikuti oleh penurunan suku bunga kredit di perbankan nasional. (sb,dtc-46)


Loading...
Komentar