Mobil Listrik untuk Pelayanan di Rumah Sakit

SM/Pamungkas Suci Ashadi - COBA MOBIL : Wali Kota Hendrar Prihadi mencoba mobil club car melintas jalan lingkar RSUD KRMT Wongsonegoro, kemarin. (48)
SM/Pamungkas Suci Ashadi - COBA MOBIL : Wali Kota Hendrar Prihadi mencoba mobil club car melintas jalan lingkar RSUD KRMT Wongsonegoro, kemarin. (48)

SEMARANG - RSUD KRMT Wongsonegoro Kota Semarang memanfaatkan teknologi mobil listrik guna keperluan memindahkan pasien antar ruangan. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan pasien di rumah sakit milik Pemerintah Kota Semarang tersebut.

Pasalnya, rumah sakit yang berada di daerah Ketileng, Kota Semarang, yang memiliki luas sekitar 23 hektare, kemudahan pasien dalam menjangkau tiap ruangan dirasa penting dalam pelayanan.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat meluncurkan mobil listrik transportasi pasien di RSUD KRMT Wongsonegoro, Rabu (21/8). ”Mobil listrik ini akan digunakan untuk pelayanan rumah sakit, untuk pasien dan dokter karena luas kawasan RSUD Wongsonegoro mencapai 23 hektare.

Bagi mereka yang kondisinya prima tentu tidak menjadi masalah, bisa berjalan kaki sembari olahraga, tapi bagi yang kondisinya tidak fit atau sakit, kendaraan ini akan sangat diperlukan,” jelas Wali Kota Semarang yang juga akrab disapa Hendi itu Dalam kesempatan itu ia mengucapkan terima kasih kepada BNI yang telah berpartisipasi dalam menyediakan satu unit mobil listrik di RSUD KRMTWongsonegoro.

Menurut Hendi hal tersebut merupakan wujud konsep Bergerak Bersama yang dicetuskan pada masa kepemimpinannya sejak 2017. Konsep Bergerak bersama di mana semua pihak ikut aktif membangun Kota Semarang sesuai dengan peran dan kemampuan masing-masing. ”Ini semakin mengukuhkan yang namanya konsep bergerak bersama.

Bapak ibu yang besar dan tinggal di Semarang jangan hanya menuntut haknya, tetapi mari kita bersama-sama melakukan percepatan pembangunan sesuai bidang masing-masing. BNI dengan CSR, dokter, perawat dan keluarga besar RSUD dengan bidangnya masing-masing, melayani dengan ramah, ikhlas, senyum itu pasti yang diharapkan oleh setiap pasien,” tegas dia.

Pertumbuhan Ekonomi

Lebih lanjut Hendi menguraikan hasil dari konsep Bergerak Bersama yang sudah dapat dirasakan. Bukti riil dan terukur, yaitu angka statistik Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Kota Semarang yang naik dari angka 5,8 menjadi 6,52.

”Dengan konsep bergerak bersama, percepatan pembangunan sangat dirasakan oleh masyarakat. Apabila diukur dengan nilai statistik yang ada berdasarkan BPS, di saat daerah lain masih mengeluhkan ekonomi sulit, pertumbuhan ekonomi Kota Semarang naik dari 5,8 menjadi 6,52 persen. IPM naik, infrastrukturnya berkembang pesat,” jelas Hendi.

Di akhir sambutan, Hendi mendorong pihak swasta lain untuk mencontoh BNI. Menurutnya, BNI bisa menjadi model untuk BUMN atau perusahaan swasta yang lain di Kota Semarang. ”Memberi CSR untuk kota Semarang, bukan untuk Wali Kota Semarang tetapi untuk Kota Semarang dan warga Semarang. Dengan demikian pembangunan akan semakin cepat, pertumbuhan ekonomi akan semakin cepat, dan masyarakatnya akan semakin sejahtera,” ucap Hendi.

Sementara itu, I Gusti Dharma Putra, HCR Head Consumer and Retail BNI Wilayah Semarang, seusai menyerahkan 1 unit mobil jenis Golf Car dengan nilai Rp 192 juta kepada Wali Kota Semarang, mengatakan pihaknya tidak hanya BUMN tetapi agen pembangunan. Pemberian mobil ini merupakan wujud kepedulian terhadap masyarakat.

”BNI sebagai BUMN sekaligus agen pembangunan dan pemberian bantuan golf car ini sebagai wujud kepedulian kami sebagai lembaga Perbankan terhadap masyarakat khususnya di bidang kesehatan,” ujar Gusti.

Ia menambahkan, kerja sama ini tidak berhenti di sini tetapi akan terus berlanjut. ”Pagi ini untuk berbagi tidak hanya di sini, tapi akan terus berlanjut,” tandas dia. (kas, K18-48)


Berita Terkait
Loading...
Komentar