DPD Organda Jateng Dukung Trans Jateng

SEMARANG - DPD Organda Jateng meminta semua pihak menghargai usaha pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya dengan keberadaan Trans Jateng, sebagai moda transportasi massal yang murah dan nyaman.

Ketua DPD Organda Jateng, Karsidi Budi Anggoro mengatakan, yang perlu dipahami semua pihak, yakni ini bukan untuk kepentingan bisnis, tapi pelayanan kepada masyarakat. Angkutan Aglomerasi berbasis BRT Trans Jateng ada aturannya, dan untuk orang banyak.

”Saya mendukung Trans Jateng, masyarakat dan berbagai pihak juga perlu pendukungnya. Untuk aturannya, perlu dibuat dengan baik. Kalau ada yang kemudian merugi, perlu disusun dan dibicarakan sistemnya agar bagaimana tidak merugi,” ucap Karsidi, kemarin.

Sebelumnya, pada 3 Agustus lalu di Semarang Metro, ditulis bahwa DPD Organda Jateng menolak operasional Trans Jateng Koridor III, Kabupaten Kendal- Kota Semarang. Namun, sebenarnya yang dimaksud dalam tulisan itu, yakni Organda Kota Semarang. Saat dikonfirmasi langsung, DPD Organda Jateng mendukung rencana itu.

”Ya kami mendukung rencana itu, karena memang untuk kepentingan masyarakat umum,” tambah dia. Sebelumnya, terjadi penolakan operasional Trans Jateng Koridor III dari Organda Kota Semarang, dan sejumlah paguyuban angkot Kota Semarang.

Mereka meminta agar operasional Trans Jateng hanya sampai Terminal Mangkang, tidak sampai Kawasan Industri Wijaya Kusuma. Adapun rencana awal, Trans Jateng Korior III operasional dari Terminal Baurekso Kendal-Terminal Mangkang-Kawasan Industri Wijaya Kusuma.

Dibahas

Sementara itu, Koordinator Layanan BRTTrans Jateng, Cito Eko Yuly Saputra menuturkan, keputusan rute Koridor III hingga kini masih terus dibahas. Koordinasi dengan pihak-pihak terkait pun akan terus dilakukan. ”Untuk rencana awal, akan ada 14 bus bus yang beroperasi. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan Koridor III rute Terminal Bawen Kabupaten Semarang-Stasiun Tawang Semarang yakni 25 bus.

Namun, ke depan, masih akan terus kami bicarakan lagi,” papar Cito. Untuk Koridor I, imbuh dia, jumlah penumpang terus mengalami peningkatan. Pada 2017 lalu, per hari rata-rata penumpang 4.500 orang. Pada 2018 meningkat menjadi 5.900 orang/hari. Sedangkan pada tahun ini meningkat menjadi 6.020 orang/hari.

Namun, sejak ada kenaikan harga tiket pada tahun ini, jumlah penumpang pelajar menurun. Bila biasanya mencapai 4.500 penumpang perhari, kini hanya 200 penumpang pelajar/hari. Harga tiket pelajar naik dari semula Rp 1.000, menjadi Rp 2.000. Sedangkan penumpang umum dari Rp 3.500 menjadi Rp 4.000. (K18-48)


Berita Terkait
Loading...
Komentar