KONFLIK HONG KONG

Tiongkok Kirim Tank ke Perbatasan

SM/rep www.qt.com.au  -  MENUJU PERBATASAN : Pemerintah Tiongkok merilis rekaman yang menunjukkan kendaraan militer menuju perbatasan Hongkong. (24)
SM/rep www.qt.com.au - MENUJU PERBATASAN : Pemerintah Tiongkok merilis rekaman yang menunjukkan kendaraan militer menuju perbatasan Hongkong. (24)

BEIJING - Tiongkok mengirim pesan yang kuat kepada Hong Kong dengan mengerahkan ratusan tank dan kendaraan lapis baja lainnya ke Kota Shenzhen dekat perbatasan dengan Hong Kong, baru-baru ini.

Global Times melaporkan, kendaraan-kendaraan lapis baja dan sejumlah truk pengangkut personel militer berada di Kota Shenzhen sejak Senin (12/8) waktu setempat untuk keperluan latihan militer.

Namun, para pengamat yakin pengerahan kendaraan militer itu merupakan unjuk kekuatan untuk merespons situasi terakhir di Hong Kong yang diwarnai aksi demo besaran-besaran antipemerintah dalam dua bulan terakhir.

Dalam dua hari terakhir, para demonstran menduduki bandara sehingga semua penerbangan dibatalkan. Tiongkok menganggap aksi itu melanggar ketertiban dan bisa memunculkan benih-benih terorisme.

Alexander Gillspie, profesor hukum internasional dari Universitas Waikato, menilai Tiongkok mengirim pesan khusus kepada para demonstran antipemerintah tersebut.

"Pemerintah Tiongkok telah memperingatkan para pengunjuk rasa bahwa mereka bermain api, dan jika aksi protes terus meningkat, seperti kekacauan yang terakhir terjadi di bandara, maka tidak menutup kemungkinan militer Tiongkok melakukan intervensi," paparnya.

"Kita juga harus ingat bahwa Tiongkok memiliki personel militer di Hong Kong, jumlahnya saya kira sekitar 600 personel. Jika para demonstran terus menduduki bandara dan kekacauan meluas, intervensi militer bisa terjadi."

Harus Berhati-hati

"Pertanyaannya berapa lama Tiongkok akan menahan diri. Tiongkok harus berhati-hati jika ingin melakukan intervensi. Jangan sampai tragedi di Lapangan Tiananmen yang menewaskan ratusan demonstran terulang kembali," tegasnya.

Selain itu, lanjut dia, Tiongkok juga harus berhatihati karena, di samping perdebatan soal HAM, ada nilai ekonomi Hong Kong yang perlu dipertimbangkan karena jika stabilitas tak terjaga maka mereka akan kehilangan banyak uang," jelas Prof Gillespie.

Pemerintah Tiongkok melalui Kantor Dewan Negara untuk Urusan Hong Kong dan Makau mengecam segala kekerasan yang dilakukan pedemo. Yang Guang selaku juru bicara bahkan menyebut segala tindak kekerasan pedemo merupakan "aksi terorisme".

"Para demonstran radikal Hong Kong telah berulang kali menggunakan alat yang sangat berbahaya untuk menyerang petugas kepolisian, ini sudah menjadi kejahatan serius dan juga menunjukkan tanda-tanda awal terorisme muncul," tutur Yang. Pengerahan kendaraan lapis baja ke Shenzhen bukan kali pertama dilakukan Tiongkok.

Pada 6 Agustus lalu, sebanyak 12 ribu personel kepolisian Tiongkok menggelar latihan antihuru-hara untuk menghadapi pedemo Hong Kong di Shenzhen. Latihan itu direkam dan diunggah ke media sosial. Salah satu komandan kepolisian menuturkan latihan itu dikerahkan untuk menjaga "stabilitas sosial". (newshub-sep-25)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar