SEKILAS EKONOMI

Setahun Gelar 10 Kali Pameran

SEMARANG - DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah (Jateng) menjadi penggerak nasional setelah menggelar pameran properti secara rutin 10 kali dalam satu tahun. ”Rata-rata di nasional hanya setahun sekali, kita di Jateng 10 kali dalam satu tahun, jadi menggerakkan mereka supaya frekuensinya lebih sering diadakan mengadopsi di Semarang, Jateng,” ujar Ketua DPD REI Jateng, MR Priyono di sela-sela penutupan ”Property Expo Semarang ke-5”, Selasa (13/8). Perkembangan penjualan sejak 2016 dan 2017 juga cukup bagus, meski selanjutnya mengalami penurunan. Pada 2016, penjualan bisa mencapai hampir Rp 423 miliar dan pada 2017 senilai Rp 388 miliar. ”Secara nasional memang pemasaran hampir semua turun termasuk di Jakarta, tetapi Jateng masih cukup bagus, khususnya untuk perumahan menengah di harga di atas Rp 300 juta hingga Rp 1 miliar.

Bahkan belakangan kisaran Rp 3 miliar-Rp 4 miliar masih sangat bagus,” imbuhnya. Priyono menambahkan, rumah nonsubsidi atau komersial di Semarang juga terus berkembang pesat sementara untuk penyediaan rumah subsidi relatif berkurang mengingat harga tanah di Kota Semarang sudah cukup tinggi. ”Banyak yang banting setir ke rumah komersial terutama di Kota Semarang,” ujar Priyono. Sementara itu, ketua panitia Property Expo, Dibya K Hidayat menjelaskan, pameran yang berlangsung di Mal Ciputra didominasi penjualannya oleh rumah menengah ke atas. Penjualan di kisaran 20-an unit lebih dari Rp 30 miliar. ”Memang ada pergeseran market di mana yang komersial ini ternyata pasarnya cukup besar di Semarang dan ini terbukti di beberapa pameran sebelumnya,” ungkap dia. (J14-46)

 

 

BNI Syariah Tingkatkan Literasi Perbankan Syariah


BANDUNG - BNI Syariah terus meningkatkan literasi perbankan syariah di kalangan masyarakat, termasuk anak-anak. Diharapkan, mereka bisa memanfaatkan pengetahuan tersebut di masa mendatang di tengah teknologi digital yang dinamis. ”Kami fokus pada literasi, kita lebih pada penekanan untuk membedakan keberadaan perbankan syariah dengan perbankan konvensional. Kami kenalkan sisi lainnya secara sederhana,” jelas Pimpinan Wilayah Barat BNI Syariah, Dade Darmawan di sela-sela kegiatan ”Qurbanku Hasanahku” berupa penyerahan hewan kurban dalam rangkaian Idul Adha 1440 Hijriah di SD El Fitra Bandung, Selasa (13/8). Menurut dia, kegiatan literasi perbankan yang dirangkai kegiatan berkurban dengan sasaran anak-anak tersebut, memang perlu dilakukan. Pemberian pemahaman sejak dini itu sekilas tak bernilai strategis. Hanya saja, seperti halnya investasi, manfaatnya baru akan dipetik di masa mendatang.

Selain itu, anak-anak era sekarang dinilai lebih proaktif terhadap perubahan. Untuk itu, mereka melakukan pendekatan dengan menggelar story telling yang diikuti para siswa SD, SMP dan SMA. Diharapkan, skema tersebut dapat memberikan daya tarik anak-anak dalam memahami pengetahuan di seputar perbankan syariah. ”Langkah tersebut sejalan dengan program pengayaan lainnya yang selama ini sudah dilakukan dalam ikhtiar peningkatan literasi perbankan syariah yang dilakukan selama ini,” ungkap Dade. Di antaranya, lanjut dia, kuliah umum para direksi hingga pimpinan cabang, kemudian edukasi berkelanjutan ke kalangan perguruan tinggi, dan lainnya. ”Kita memang memerlukan sinergi dalam upaya meningkatkan literasi perbankan syariah,” kata Dade. (dwi-46)


Loading...
Komentar