Area Satgas Antimafia Bola Diperluas

SM/Antara : Argo Yuwono
SM/Antara : Argo Yuwono

JAKARTA- Polri memperluas area Satgas Antimafia Bola Jilid II sebagai lanjutan kasus suap dan pengaturan skor pertandingan sepak bola. ”Kemarin kami sudah menerima surat perintah dari Kapolri. Ada pembentukan Satgas Antimafia Bola Jilid II,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mabes Polda Metro Jaya, Senin (12/8).

Argo menyebutkan tiga alasan Satgas Antimafia Bola dilanjutkan. Pertama, ada harapan tinggi dari masyarakat atas pembentukan Satgas tersebut. Kedua, beberapa kasus belum terselesaikan dan harus diselidiki lebih lanjut. Ketiga, jangkauan satgas diperluas menjadi 13 wilayah menghadapi Liga 1 mendatang. ”Jika kemarin hanya di Jakarta, kali ini ada 13 wilayah yang dilibatkan, seperti Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Bali, Lampung, dan Sumatra Barat. Selain itu, ada Riau, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Papua. Jadi semua ada 13 wilayah,” ungkap Argo.

Wilayah-wilayah tersebut nanti akan menjadi jangkauan satgas yang akan dipimpin Direktur Reskrimum masing-masing wilayah dan dibantu Propam serta Provos. Argo akan menggelar rapat antara Direskrimum dari 13 wilayah tersebut dan satgas dari pusat, yakni Rabu (14/8). Terkait kasus Vigit Waluyo (pengaturan skor) yang hingga kini belum terselesaikan, Argo mengungkapkan, kasus masih dalam tahap penyelidikan. ”Penyidik akan meneruskan kembali kasus tersebut, misalnya P19 akan diperbaiki. Setelah lengkap, kami kirim kembali,” ujarnya.

Dia juga mengonfirmasikan, sampai saat ini, Vigit Waluyo masih tahap pengembalian berkas perkara. Satgas Antimafia Bola sebelumnya telah menetapkan 16 tersangka terkait kasus dugaan pengaturan skor. Salah satunya, melibatkan Ketua Umum PSSI Joko Driyono sebagai tersangka kasus perusakan barang bukti.

Sebelumnya, Polri kembali mengaktifkan Satgas Antimafia Bola. Satgas Antimafia Bola Jilid II ini memiliki masa kerja enam bulan sejak diaktifkan kembali pada 6 Agustus 2019. Satgas dipimpin Brigjen Hendro Pandowo. ”Satgas Antimafia Bola II dideklarasikan kemarin. Masa kerja enam bulan. Tiga bulan pertama, tiga bulan kedua, kalau diperlukan, diperpanjang,” kata Kepala Penerangan Masyarakat Brigjen Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (8/8). Secara teknis, Satgas Anti Mafia Bola Jilid II akan dibantu oleh Subsatgas di 13 daerah. ”Diketuai Dirkrimum di tiap Polda,” katanya.

Subsatgas akan bekerja sama dengan panitia pertandingan untuk mencegah manipulasi skor dan praktik suap dalam pertandingan Liga. ”Kalau ada kejadian di beberapa provinsi, baru Satgas Antimafia Bola di pusat turun tangan,” katanya.

Dedi berharap, masyarakat diharapkan tidak ragu melapor ke polisi bila mengetahui praktik-praktik kotor di persepakbolaan Tanah Air. (cnn ind, ant-41)


Berita Terkait
Loading...
Komentar