1.221 Paket Sembako untuk Warga Kurang Mampu

TUGU - Pemerintah Kecamatan Tugu menjual 1.221 paket sembako murah kepada masyarakat tidak mampu. Sembako murah total bernilai sekitar Rp 61.050.000.

Camat Tugu, Anton Siswartono mengatakan, sembako murah tersebut dijual untuk warga tidak mampu, anak yatim dan pegawai non ASN di lingkungan Kecamatan Tugu.

Kegiatan pasar sembako murah dibuka Wali Kota Hendrar Prihadi itu didukung oleh CSR dari dua BUMN yaitu PT PLN dan PTKIW Persero. ”Selain itu juga didukung 20 perusahaan di Kecamatan Tugu seperti PT indofood, Graha Padma. Serta CSR dari beberapa pabrik yang berada di sepanjang wilayah Tugu mulai dari Jrakah sampai Randugarut. Sementara PMI Kota Semarang menyumbang uang Rp 2 juta,” ujar Anton di sela-sela acara, Selasa (28/5).

Warga yang hadir bisa membeli paket sembako senilai Rp 50 ribu dengan harga Rp 25 ribu. Setiap paket berisi minyak 1 liter, beras 2,5 kg, gula 1 kg. Dia menambahkan, dalam bazar tersebut terdapat kurang lebih 25 stan yang menyediakan sembako murah.

Di samping itu, 7 UMKM dari ibu PKK sekecamatan Tugu yang menjual berbagai produk lokal dengan harga terjangkau. Ketua TP PKK Kecamatan Tugu, Nuri Erita mengatakan, penyelenggaraan pasar murah sangat bermanfaat untuk masyarakat karena dijual dengan harga murah sehingga membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan Lebaran.

Berpartisipasi

”Seperti sembako harga Rp 50 ribu dijual Rp 25 ribu. Isinya ada minyak 1 liter, beras 2,5 kg, gula 1 kg,” ucap dia. Dia menambahkan, kegiatan bazar juga momen yang tepat untuk mempromosikan peran PKK yaitu dalam pengembangan UMKM di Kecamatan Tugu. Mereka ikut berpartisipasi meramaikan pasar murah dengan menjual makanan dan hasil dari pelatihan yang diadakan oleh pihak kelurahan, kecamatan, kota maupun dinas terkait.

Aneka makanan olahan bandeng berupa kerupuk, bandeng presto, otak-otak, dan stik bandeng, serta kue-kue kering dijual di kegiatan tersebut. Dia menjelaskan, terdapat 7 UMKM yang telah memiliki izin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) atau Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) yang ikut serta.

Dia berharap dengan mengikuti bazar kader PKK bisa menambah pendapatan keluarga dengan cara menjual hasil pelatihan yang telah diikuti. ”Sehingga ilmu yang diberikan tidak sia-sia,” ucap Nuri. (bib-48)


Berita Terkait
Loading...
Komentar