Pemkot Wacanakan Sekolah Swasta Gratis pada 2020

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mewacanakan untuk menerapkan sekolah swasta gratis pada 2020. Kebijakan tersebut diambil guna membantu sekolah swasta, terutama bagi yang kesulitan mendapatkan siswa baru.

KEPALA Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, mengatakan Pemkot merencanakan pembiayaan bagi sekolah swasta gratis, dengan pembiayaan berasal dari APBD 2020. Saat ini, rencana tersebut masih dalam tahap pengkajian yang mendalam. ”Selama ini yang sering terjadi, sekolah swasta menampung siswasiswi yang tidak diterima atau lolos untuk bersekolah di sekolah negeri. Pembiayaan sekolah gratis swasta, untuk tahap awal akan diberlakukan bagi lima SD dan lima SMP. Pemberlakuannya, bagi sekolah swasta yang kesulitan untuk mendapatkan siswa. Nantinya, pelaksanaannya juga akan ada proses evaluasi,” ungkap dia, Rabu (15/5).

Hanya saja, kata Gunawan Saptogiri, data sekolah swasta mana saja yang akan mendapatkan bantuan pembiayaan, belum bisa disampaikan. Namun, telah ada beberapa sekolah swasta yang mengajukan diri untuk program tersebut. Selama ini, papar dia, standar sekolah swasta seringkali berbeda dengan sekolah negeri. Pendidikan di sekolah swasta ada yang telah memenuhi kualitas baik, namun ada juga beberapa sekolah yang masih di bawah standar. ”Tidak jarang ditemukan, sekolah swasta dengan kualitas pendidikan baik, telah mampu memenuhi kuota jumlah siswanya. Sementara beberapa sekolah swasta juga ditemui belum mendapatkan jumlah siswa memadai. Ini karena kualitas pendidikan yang ada bergantung pada pengelolaan dan manajemen yayasan yang menaunginya. Untuk data sementara, saat ini ada empat SD dan dua SMPyang diperkirakan akan mengalami kekurangan kuota jumlah siswa barunya,” ujar dia.

Tidak hanya itu, pihaknya bahkan juga memiliki gagasan untuk melakukan proses merger bagi sekolah swasta yang pengelolaannya masih kurang bagus dan sering mengalami kekurangan jumlah siswa. Prosesnya, sebut dia, bisa saja sekolah tersebut akan menginduk ke sekolah swasta lainnya yang lebih bagus pengelolaannya. Walaupun berbeda yayasan yang menjadi pengelolanya. ”Tentunya, semua tergantung pada kesepakatan dari masingmasing yayasan sekolah swasta tersebut.

Hanya saja, untuk saat ini konsentrasinya masih pada usaha untuk pembiayaan sekolah swasta agar gratis. Harapannya, begitu dikasih bantuan pembiayaan dari pemerintah, maka beban sekolah swasta itu akan berkurang. Guru-gurunya juga mudahmudahan bisa digaji sesuai dengan UMK,” terang dia.

Pembiayaan bagi sekolah swasta gratis, lanjutnya, akan diprioritaskan bagi sekolah dengan standar kualitas pendidikan minimal. Sekolah tersebut, masih diperbolehkan mencari bantuan tambahan pendanaan. Untuk pemenuhan prasarana dan sarana maupun fasilitas sekolah. ”Dananya bisa didapatkan dari sponsor tertentu maupun yayasan pengelola sekolah tersebut,” tambah dia. (ary-42)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar