Sektor Pariwisata Berkembang Pesat

PERKEMBANGAN pariwisata di suatu daerah, tidak terlepas dari peran pemerintahnya.

Menurut pengamat pariwisata dan perkotaan, Rosita Vitri Aryani, dengan campur tangan pemerintah itu, sebuah pengembangan sektor wisata, dapat memberikan manfaat lebih, terutama dari segi perekonomian bagi masyarakat dan pemerintah Kota Semarang.

Upaya pengembangan kepariwisataan dituangkan dalam Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 5 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Semarang Tahun 2015-2025. Dia menyebut dalam rencana itu, pembangunan kepariwisataan meliputi pembangunan destinasi pariwisata, pemasaran pariwisata, pembangunan industri pariwisata dan pembangunan kelembagaan kepariwisataan. ”Dalam pembangunan destinasi pariwisata, terdapat unsur berupa daya tarik wisata, fasilitas umum dan fasilitas pariwisata, aksesibilitas, dan masyarakat yang mewarnai kegiatan kepariwisataan,” kata Rosita, kemarin.

Daya tarik wisata meliputi segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan, dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan.” Berbicara mengenai lokasi daya tarik wisata, orang menyebut Semarang, belum tentu hanya Kota Semarang, tapi bisa jadi lebih luas meliputi Kota Semarang dan sekitarnya seperti Ungaran, Ambarawa, Kendal, Demak,” sebutnya.

Perkembangan kepariwisataan di Semarang, disebutnya luar biasa pesat. Jika situasi politik dan keamanan makin mendukung, jumlah destinasi pariwisata bukan tidak mungkin akan bertambah. Sementara itu, untuk meningkat perkembangan pariwisata, Pemkot Semarang menggelar pertunjukan massal bertajuk Joget Bareng Tari Semarangan.

Kegiatan yang bekerja sama dengan harian Suara Merdeka ini, rencananya akan dicatatkan ke dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai joged bareng Tari Semarangan dengan jumlah peserta terbanyak, yaitu 15 ribu orang. (Eko Fataip, Erry Budi Prasetyo-42)


Berita Terkait
Loading...
Komentar