Hidupkan Kembali Kampung Pelangi

Keindahaan warna cat di tembok ratusan rumah di Kampung Pelangi, Kelurahan Randusari, Semarang Selatan, kini sudah mulai pudar.

Berbagai lukisan karya seniman lokal yang mempercantik kampung tematik, yang dirilis 2016 tersebut, juga sudah terlihat samar. Suasana di lokasi tersebut juga terlihat biasa saja. Tidak ada aktivitas lain selain warga yang tinggal di kampung tersebut. Kondisi tersebut sangat berbeda, dibanding 2017 lalu, ketika Kampung Pelangi menjadi primadona untuk wisatawan lokal dan mancanegara. Hampir setiap hari pada saat itu, kampung tersebut dipadati oleh pengunjung.

Mereka sengaja datang ke sana untuk mengabadikan gambar dan menikmati suasana yang berbeda dari kampung berwarna di kota lain. Struktur jalan yang naik turun dengan dipenuhi gang-gang kecil juga menjadi salah satu daya tarik di kampung yang dulunya dianggap mati tersebut.

Bahkan keunikan Kampung Pelangi tersebut sempat menjadi sorotan dan bahan pemberitaan media asing. ”Ya, Kampung Pelangi sekarang tidak seperti satu atau dua tahun lalu, yang selalu padat didatangi pengunjung, baik dari Semarang, luar kota Semarang, maupun wisatawan asing,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Indriyasari, kemarin.

Kondisi yang berubah 180 derajat dari sebelumnya tersebut, lanjut dia, tentunya dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya terkait inovasi termasuk kreativitas warga sekitar untuk menciptakan sesuatu yang bisa menjadi ikon atau cinderamata khas kampung tersebut. ”Harus ada inovasi baru lagi. Kreativitas warga juga harus terus digali untuk menciptakan souvenir atau apapun yang menjadi daya tarik pengunjung,” ujarnya.

Edukasi Pembaharuan

Untuk mengarah ke sana, memang harus ada edukasi untuk pembaharuan Kampung Pelangi tersebut. ”Memang harus ada edukasi untuk pembaharuan di situ,” jelasnya.

Dalam hal ini, wanita yang akran di sapa Iin tersebut membeberkan, juga menjadi tugas pihaknya. ”Kami sekarang sudah mengidentifikasi, khususnya pengecatan untuk dinding yang mulai pudar. Itu kami sudah koordinasikan dengan Distaru (Dinas Tata Ruang-red),” ungkapnya.

Gelar Rapat

Tak hanya itu, pihaknya juga akan mengelar rapat bersama dengan dinas terkait dan masyakarat di kampung tersebut. ”Kami akan membahas ini. Itu supaya pemerintah siap dan masyarakat juga siap. Kadangkadang itu membangun, tetapi masyarakatnya kurang menangkap, sehingga hanya stagnan di situ saja,” jelasnya.

Dengan rapat bersama tersebut, diharapkan masyarakat dapat menangkap apa yang menjadi tujuan pembangunan, sehingga mereka dapat berkreasi mengembangkan Kampung Pelangi tersebut. ”Semuannya harus diperhatikan, dari pengelolaan dari parkirnya dan objeknya, souvenir dan lainnya,” jelasnya. Untuk itu kesiapan dari masyarakat sangat diperlukan. ”Nah itu perlu kesiapan dari masyarakat itu yang harus kita bina.

Harus ada sesuatu yang manarik. Sekarang itu harus ditambahi dengan gardu pandanganya, itu seharusnya jadi penamnbahan- penamabahan. Jangan yang dipubliskan hanya Kampung Pelanginya saja, tapi akses untuk naik ke sananya.

Mungkin harus ada guide yang menerangkan sejarah kampung pelangi dan sebagainya. Itu yang akan kami kaji,” ungkapnya.(Erry Budi Prasetyo, Eko Fataep-42)


Berita Terkait
Loading...
Komentar