Mancing Bareng Pendukung Jokowi dan Prabowo

Tak Ingin Larut dalam Fanatisme Dukungan

SM/ M Abdul Rohman : PESTA RAKYAT : Puluhan warga berkumpul mengikuti pesta rakyat untuk menyatukan perbedaan pascapemilu di Dusun Kuncen, Temanggung.(24)
SM/ M Abdul Rohman : PESTA RAKYAT : Puluhan warga berkumpul mengikuti pesta rakyat untuk menyatukan perbedaan pascapemilu di Dusun Kuncen, Temanggung.(24)

Enggan terlarut dalam fanatisme dukungan kepada masing-masing pasangan calon presiden-wakil presiden, penduduk Dusun Kuncen, Desa Badran, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung menggelar aktivitas unik di kampung mereka. Warga menggelar mancing bareng untuk meredakan ketegangan seusai pemilu.

TAK mau ada perpecahan yang tak berujung. Itulah tujuan utama pendukung pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menggelar mancing bareng.

Melalui acara tersebut, mereka ingin menunjukkan bahwa beda pilihan tak membuat warga terbelah terus menerus. Ratusan warga menggelar mancing bareng di sepanjang selokan yang membelah perkampungan itu pada Sabtu (20/4) petang.

Di sisi selokan terdapat latar belakang karikatur bergambar Jokowi-Prabowo sedang berpelukan. Selain itu terdapat pula panggung yang didirikan untuk menghibur warga yang hadir dengan iringan musik akustik dari Sedulur Nada, band yang beranggotakan pemudapemudi Dusun Kuncen. "Kami menggelar pesta rakyat, mancing bareng, sebagai ajang rekonsiliasi arus bawah pascapemilu. Warga tak ingin, karena kemarin kita berbeda pilihan lalu menimbulkan perpecahan tak berujung," kata Hudha Sungsang Purwito, koordinator acara.

Dijelaskannya, sebelum acara warga diajak menyanyikan lagu kebangsaan ''Indonesia Raya'' serta lagu band Kotak ''Tanah Airku'' yang menjadi suguhan hiburan perdana dari Sedulur Nada. Kemudian mereka melepas puluhan kilogram ikan lele dan bader untuk dipancing bersama. Hal itu sebaga wujud rasa guyub-rukun, seduluran warga di lingkungan Dusun Kuncen. Karena merupakan pesta rakyat, dana kegiatan itu murni swadaya.

Menurut Hudha, di tengah situasi politik nasional yang memanas, warga berinisiatif membuat acara yang dapat kembali mempererat tali persaudaraan. "Warga di sini berbeda-beda pilihan dalam pemilu kemarin. Baik pilihan presiden maupun legislatif. Namun, warga tak ingin terpengaruh memanasnya situasi politik nasional," jelas dia.

Ditambahkannya, seluruh warga sudah menyalurkan hak pilihnya dengan damai. Saat ini perlu melupakan pilihan masing-masing, jangan putus persabahatan dan seduluran, hanya karena beda gambar dalam coblosan.

Berbaur Hangat

Terdapat beberapa ekor lele yang berukuran cukup besar sebagai ''ikon'' yang dilepas. Warga yang beruntung mendapatkannya berhak membawa pulang hadiah yang disediakan panitia. Adapun warga yang hadir dari lintas afiliasi politik, gender, usia, dan latar belakang sosial. Tua-muda, anak-remaja, lelaki-perempuan, berbaur dengan hangat. Beberapa ibu yang tampak hadir di lokasi dengan menggendong anaknya juga menenteng joran, turut memancing. Mereka tak mau kalah dari para lelaki yang telah menyiapkan kailnya. Terlebih, itu juga merupakan peringatan Hari Kartini pada 21 April. "Kami ibu-ibu warga Kuncen tak mau kalah, turut berpartisipasi," tutur seorang wara, Eni Subekti.

Dia mengaku senang dan bahagia, tak ada perpecahan atau keributan di tengah warga terkait pilihan politik masing-masing.

Menurutnya, calon yang dijagokan kalah atau menang, warga Kuncen menerima dengan lapang dada. "Pesta demokrasi harus bisa menyatukan di tengah perbedaan," ucapnya. (M Abdul Rohman-66)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar