Kapolda : Jangan Ada Intimidasi pada Petugas PPK

SM/joko dh : PERIKSA PPK : Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono saat memeriksa pengamanan PPK Tasikmadu, Sabtu.(21)
SM/joko dh : PERIKSA PPK : Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono saat memeriksa pengamanan PPK Tasikmadu, Sabtu.(21)

KARANGANYAR - Kapolda Jateng Irjen Pol Condrokirono menegaskan jangan ada aksi intimidasi pada petugas panitia pemilihan kecamatan (PPK).

Saat ini tugas perhitungan tengah terpusat di PPK sehingga konsentrasi keamanan juga diarahkan ke sana agar semua berjalan dengan tertib dan aman. ''Polisi akan menjamin keamanan proses rekapitulasi suara di tingkat PPK tersebut,'' kata Kapolda yang memantau keamanan di kantor PPK Tasikmadu bersama Kapolres AKBP Catur Gatot Efendy, Dandin Lretkol Inf Andi Amin dan Bupati Juliyatmono, Sabtu sore di Karanganyar.

Saat ini dinamika pengamanan berada di PPK. Penebalan keamanan juga diarahkan ke sana. Pengamanan tidak saja dikonsentrasikan untuk mengamankan kotak suara, namun juga petugas PPK agar jangan sampai terganggu konsentrasinya karena ada pihak yang berlaku tidak bertanggung jawab. Jangan sampai ada intimidasi dan sebagainya. Karena itu mereka akan dijaga 24 jam. Perhitungan suara tingkat PPK dimulai Jumat (19/4) dan akan berlangsung sampai 4 Mei mendatang.

Kapolda mengatakan, proses perhitungan secara serentak di Jateng. Dan sepanjang itu pula konsentrasi pengamanan tidak akan bergeser sehingga semua akan berlangsung dengan kondusif dan berhasil dengan lancar. Sebelumnya saat meninjau keamanan usai berlangsungnya pemilu bersama Pangdam IV/Diponegoro di berbagai daerah di Surakarta, Kapolda mengatakan, selama berlangsungnya perhitungan suara, situasi keamanan di Jateng masuk tahapan siaga satu sehingga petugas keamanan harus waspada 24 jam.

Perhitungan Suara

Psementara itu Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) secara serentak mulai melakukan rekapitulasi suara yang berasal dari temnpat pemungutan suara TTPS masing-masing desa, Sabtu. Informasi yang dihimpun Suara Merdeka ada enam kecamatan yang melakukan rekapitulasi dari 17 kecamatan yang ada di Karanganyar. Enam kecamatan tersebut, masing-masing, Kecamatan Karanganyar kota, Matesih, Tawangmangu, Ngargoyoso, Jatipuro dan kecamatan Kebakramat. Saat ini secara keseluruhan sudah sekitar 35 %.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karanganyar, Triastuti Suryandari mengatakan, sesuai dengan tahapan, sebagaimana yang diatur dalam Peraturan KPU, maka proses rekapitulasi tingkat kecamatan, dimulai pada tanggal 18 April 2019 sampai dengan 4 Mei 2019. Sedangkan rekapitulsi tingkat kabupaten akan dilaksanakan pada 22 April 2019 sampai dengan 7 Mei 2019. Dan penetapan akan dilaksanakan pada 22 Mei 2019. ''Hasil rekapitulasi tingkat kecamatan ini, selanjutnya diserahkan kepada KPU, sebagai bahan untuk melakukan rekapitulasi penghitungan surat suara tingkat kabupaten,'' kata Triastuti. dijelaskannya, KPU sebagai penyelanggara pemilihan umum di daerah, juga melakukan input dan scan data. Input data yang berasal dari formulir C1 dilakukan, karena pihaknya tidak melakukan proses hitung cepat. Input data, sudah mulai dilakukan sejak tanggal 18 April 2019 lalu. ''KPU juga melakukan input data. Kita lakukan scan dan entri untuk tingkat kecamatan,'' jelasnya.

Ketika disinggung mengenai sejumlah partai politik yang melakukan input data yang diterima dari masing-masing saksi di TPS, Trias, menegaskan jika input data yang dilakukan oleh partai politik tersebut, sebagai salah satu bentuk pengawasan terhadap jalannya proses penghitungan suara. ''Bagi KPU, input data yang dilakukan oleh partai politik atau siapapun, merupakan bentuk pengawasan dari masyarakat, sebagai data pembanding jika ada kesalahan. Kami justru sangat mengharapkan agar masyarakat berperan aktif, sehingga nantinya diperoleh hasil yang cukup valid,'' tandasnya.

Di sisi lain, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Karanganyar, terus memantau jalannya rekapitulasi penghitungan suara di masing-masing kecamatan. Pengawasan tetap dilakukan, bahkan semakin intensif. Bawaslu berharap, seluruhnya bisa berjalan dengan baik. Masyarakat diharapkan juga ikut melakukan pemantauan.(an- 21)


Berita Terkait
Tirto.ID
Loading...
Komentar