Stimulan Perbaikan RTLH Dinaikkan

SOLO - Mulai tahun ini, Pemkot Surakarta menaikkan stimulan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) di Kota Solo.

Saat ini penerima hibah tersebut memperoleh bantuan sebesar Rp 17,5 juta, naik Rp 2,5 juta dari tahun-tahun sebelumnya. "Penggunaan dananya adalah Rp 15 juta sebagai anggaran pembelian material, sementara Rp 2,5 juta untuk upah tukang bangunan atau pekerja," terang Kasi Pendataan dan Perencanaan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperum KPP) Widhi Hastuti, kemarin.

Widhi mengungkapkan, keputusan untuk menambah dana stimulan itu dilatarbelakangi masukan masyarakat dan hasil evaluasi Pemkot. "Sebelumnya anggaran untuk pekerja sebesar Rp 2,5 juta itu memang tidak tersedia. Kami selalu mengarahkan penerima bantuan untuk memperbaiki RTLH secara swadaya, bersama warga sekitar. Tapi tidak sedikit yang merasa kesulitan dengan cara itu karena beberapa pekerjaan membutuhkan tenaga terampil, yang tidak semua orang bisa melakukannya," paparnya.

Apalagi sebelumnya Pemkot juga melarang penggunaan sebagian dana stimulan itu sebagai ongkos pekerja bangunan. "Kami hanya mengizinkannya jika pemilik RTLH termasuk kategori lanjut usia (lansia).

Yang termasuk lansia adalah mereka yang berumur 58 tahun ke atas. Itupun ongkosnya tetap Rp 2,5 juta.” Merujuk data Pemkot, saat ini jumlah RTLH di Solo berjumlah 7.236 unit. Setiap tahun perbaikannya dilakukan bertahap, lantaran keterbatasan anggaran. ”Rata-rata pertahun kami menyalurkan stimulan RTLH untuk 900-an rumah,” kata Widhi.

Kepala Disperum KPP Heru Sunardi menambahkan, hingga April Pemkot telah menghimpun dana rehabilitasi RTLH bagi 433 rumah. Nilainya berkisar Rp 7,5 miliar. ”Anggaran itu berasal dari APBD, Dana Alokasi Khusus (DAK) dan corporate social responsibility (CSR). Paling banyak dari APBD yaitu 206 unit,î kata dia. (H73-21)


Berita Terkait
Tirto.ID
Loading...
Komentar