FIGUR

Tertarik Politik sejak SMA

SM/dok
SM/dok

MENJADI komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karanganyar, bagi Devid Wahyuningtyas, adalah pengalaman baru. Sebab dia belum pernah berkecimpung terlalu dalam di dunia politik, meskipun sudah tertarik dengan politik sejak SMA dan kuliah.

Perempuan asal Mojogedang ini bercerita, sebelum menjadi komisioner KPU, dia berkecimpung di dunia pengabdian masyarakat lewat program UPK PNPM Mandiri Pedesaan Kecamatan Mojogedang.

Aktivitas itu dilakoninya sejak 2007 hingga 2018. Pada 2018, saat Karanganyar menggelar pemilihan kepala daerah (pilkada), istri dari Pramono ini bergabung menjadi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Mojogedang. ”Dari pengalaman itu, saya jadi semakin tertarik menggeluti dunia politik. Saya juga ingin melakukan hal yang lebih luas. Kalau di PNPM kan, kegiatan sudah berjalan. Mapan. Saya ingin berkiprah lebih luas,” tutur ibu tiga anak ini.

Usai menjadi PPK, dia kemudian mendaftar untuk menjadi anggota Panwascam Mojogedang untuk keperluan pemilu. Namun dia tidak lolos seleksi. Saat ikut seleksi Bawaslu Karanganyar juga, namanya tidak lolos. Tak patah semangat, ketika KPU Karanganyar membuka seleksi untuk komisioner periode 2018-2023, Devid ikut mendaftar dan berhasil lolos. Bahkan dia meraih nilai tertinggi dalam seleksi tersebut.

Devid optimistis, ke depan dia bisa mengemban tugas sebagai komisioner KPU dengan optimal. ”Keluarga mendukung. Ini salah satu faktor penentu keberhasilan. Insya Allah bisa, dengan membulatkan tekad sebaik mungkin. Diniati baik. Sebab niatan baik itu akan mendapat banyak kemudahan. Kekuasaan Allah luar biasa,” ungkapnya.

Mengenai waktu berkumpul dengan keluarga, menurutnya, bisa disiasati. Terkadang, Devid mengajak buah hatinya saat menjalankan tugas ke berbagai wilayah di Karanganyar, terkait posisinya sebagai komisioner KPU. ”Ya, mereka senang. Sekalian jalan-jalan. Tugas sebagai komisioner tetap berjalan, tanpa meninggalkan tugas sebagai orang tua,” imbuhnya. (Irfan Salafudin-21)


Berita Terkait
Tirto.ID
Loading...
Komentar