Jembatan Sukoharjo-Wiroko Ambrol

SM/Khalid Yogi : MELINTASI JEMBATAN : Seorang warga melintasi Jembatan Blaraksari yang ambrol di Desa Sukoharjo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Minggu (21/4). (21)
SM/Khalid Yogi : MELINTASI JEMBATAN : Seorang warga melintasi Jembatan Blaraksari yang ambrol di Desa Sukoharjo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Minggu (21/4). (21)

WONOGIRI- Jembatan Blaraksari yang menghubungkan antara Desa Wiroko dan Desa Sukoharjo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri ambrol, Sabtu malam (20/4).

Sebagian badan jembatan tersebut tiba-tiba ambrol sehingga saat ini tidak bisa dilewati kendaraan. Marjono, warga Dusun Blaraksari, Desa Sukoharjo, Kecamatan Tirtomoyo mengatakan, jembatan tersebut ambrol sekitar pukul 18.30. "Tidak ada hujan, sungainya juga tidak sedang banjir, tiba-tiba jembatannya ambrol," kata Marjono yang juga mantan Sekretaris Desa Sukoharjo tersebut, Minggu (21/4).

Sadikun, warga desa lainnya menambahkan, sebelum jembatan ambrol, sebuah minibus sempat melintasi jembatan tersebut. "Sempat ada minibus yang mengangkut warga ke hajatan. Setelah mobilnya lewat, tiba-tiba jembatannya ambrol. Untung tidak pas ada orang lewat, jadi tidak ada korban jiwa," ujarnya.

Sebagian lantai jembatan dengan panjang sekitar lima meter dan lebar sekitar dua meter ambrol. Adapun panjang keseluruhan badan jembatan itu berkisar 20 meter, sedangkan lebarnya 4,5 meter. Alhasil, jembatan tidak bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat. Warga memasang barikade agar tidak ada kendaraan yang melewatinya.

”Jembatannya ditutup karena berbahaya. Warga memutar lewat jembatan yang ada di sebelah selatan desa,” katanya.

Mereka mengungkapkan, jembatan Blaraksari dibangun tahun 1980. Jembatan tersebut berada di jalur penting, karena menghubungkan antara Desa Sukoharjo, Hargosari, Hargorejo dengan Desa Wiroko dan pusat Kecamatan Tirtomoyo. Oleh karenanya, warga berharap jembatan itu segera diperbaiki. Terpisah, sejumlah warga juga berharap Pemkab memperbaiki jembatan Wiroko di Dusun Taman, Desa Wiroko, Kecamatan Tirtomoyo. Pasalnya, sebagian badan jalan di sekitar jembatan masih berdebu.

Selain itu, konstruksi jembatan belum cukup kuat, hanya diberonjong sehingga warga khawatir bangunannya akan ambrol lagi jika diterjang banjir, seperti tahun 2017 lalu. ”Mudah-mudahan segera diperbaiki. Jalannya juga masih berdebu,” kata warga Dusun Taman, Assori. (J11-21)


Berita Terkait
Loading...
Komentar