Kebakaran Notre-Dame Diyakini akibat Korsleting

PARIS- Penyelidik meyakini kebakaran yang menghancurkan sebagian Katedral Notre-Dame di Paris, Prancis, disebabkan oleh hubungan pendek arus listrik atau korsleting. Penyelidikan sebelumnya tidak menemukan bukti bahwa kebakaran itu merupakan sebuah kesengajaan.

Pejabat kepolisian yudisial mengatakan bahwa penyelidik masih belum dapat melakukan pencarian di antara puing-puing di dalam katedral karena alasan keamanan. Kebakaran yang terjadi pada Senin (15/4) lalu tersebut menghancurkan sebagian bangunan ikonik berusia sekitar 850 tahun itu dan memusnahkan puncak menara dan sebagian besar atapnya.

Jaksa penuntut Paris mengatakan, penyelidikan awal dari lokasi kejadian pada Selasa (16/4) lalu tidak menemukan tanda-tanda langsung yang menunjukkan pembakaran dengan sengaja. Pihak berwenang telah menugaskan lebih dari 50 orang untuk menyelidiki kebakaran tersebut.

Lebih Indah

Presiden Prancis Emmanuel Macron berjanji untuk membangun kembali Notre-Dame bahkan akan menjadikan ”lebih indah dari sebelumnya” dalam waktu lima tahun ke depan. Sumbangan untuk rekonstruksi katedral telah mengalir dari berbagai pihak.

Pengusaha Prancis Francois-Henri Pinault menjanjikan 100 juta euro atau sekitar Rp 1,6 triliun dan sesama miliarder Bernard Arnault menawarkan 200 juta euro atau sekitar Rp 3,2 triliun untuk restorasi Notre-Dame.

Sejauh ini sudah lebih dari 600 juta euro atau sekitar Rp 9,5 triliun dana yang terkumpul dalam sumbangan dari banyak perusahaan di Prancis. Beberapa perusahaan tersebut antara lain LíOreal dan Total, serta pemilik merek Louis Vuitton, Gucci, dan YSL. Selain itu banyak juga kontributor-kontributor dengan skala lebih kecil. (ap-25)


Baca Juga
Loading...
Komentar