KPU Mulai Hitung Manual di Tiga Kecamatan

SM/ M Ilham Baktora - MASUKKAN DATA:Sejumlah petugas memasukkan data dari salinan formulir C dan C1 ke dalam website KPU di kantor KPU Kota Surakarta, Jumat (19/4).(21)
SM/ M Ilham Baktora - MASUKKAN DATA:Sejumlah petugas memasukkan data dari salinan formulir C dan C1 ke dalam website KPU di kantor KPU Kota Surakarta, Jumat (19/4).(21)

SOLO - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surakarta, melalui Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) mulai menghitung manual perolehan suara masing-masing pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden serta calon legislatif pada Pemilu 2019 di tiga kecamatan.

Dua kecamatan lainnya akan menyusul pada Sabtu (20/4). ''Mulai hari ini (Jumat-red) tiga PPK melakukan penghitungan berjenjang. Sebelumnya dari tempat pemungutan suara (TPS) telah menyelesaikan penghitungan dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) tiap kelurahan mengirim kotak suara tersegel ke tiap kecamatan yang ada di Solo.

Tiga kecamatan yang sudah memulai antara lain, Kecamatan Jebres, Banjarsari dan Serengan,'' kata Anggota Divisi Bidang Perencanaan, Data dan Informasi, Kajad Pamudji saat ditemui di kantor KPU setempat, Jumat (19/4). Kajad menjelaskan penghitungan di tingkat kecamatan baru dilakukan lantaran masih membutuhkan proses dan waktu penghitungan di setiap TPS yang ada.

Namun KPU juga menyediakan informasi kepada khalayak untuk melihat jumlah suara yang telah masuk di website milik KPU. ''Penyelenggaraan Pemilu sudah terjadwal sesuai dengan PKPU nomor 32/2018. Saat ini penghitungan manual atau berjenjang telah dilakukan PPK masing-masing.

Masyarakat juga bisa melihat jumlah perolehan suara di website infopemilu.kpu.go.id. Namun perlu diingat yang ada di website tersebut sifatnya informatif, sehingga tidak bisa menjadi patokan utama perolehan suara masing-masing paslon,'' kata Kajad. Pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap sabar karena penghitungan manual masih dilaksanakan. Karena kevalidan suara ada pada proses p e n g h i t u n g a n berjenjang tersebut.

''Penghitungan berjenjang merupakan penghitungan murni dan dipastikan kebenarannya karena disaksikan, pengawas, saksi masing-masing partai, masyarakat dan juga media. Sehingga masyarakat harus lebih tenang dan sabar terhadap proses penghitungan itu,'' kata dia.

Disinggung terkait kerancuan data antara salinan formulir C, C1 dengan data yang ada di website KPU di berbagai media sosial, Kajad menjelaskan, kesalahan bisa terjadi lantaran jenis surat suara yang dihitung tak hanya satu. Banyaknya jenis suara yang dihitung, dimungkinkan dapat mempengaruhi ketelitian petugas saat memasukkan data ke website tersebut. ''Beberapa kesalahan dapat terjadi saat melakukan input data.

Maka dari itu, jumlah suara yang ada di website tidak bisa menjadi patokan karena masih ada penghitungan berjenjang yang dipastikan keabsahannya. Website tersebut disediakan agar masyarakat dapat mengetahui progress penghitungan suara yang telah dilakukan di masing-masing kelurahan seluruh Indonesia dan luar negeri,''kata dia.

Hingga pukul 17.00, Jumat (19/4) data dari website KPU Surakarta mencatat sudah ada 173 TPS dari 1.734 TPS yang masuk kedalam data KPU. Sehingga baru 9,9 suara yang terhitung di website tersebut.

Sesuai input data, paslon 01, Jokowi-Ma'ruf Amin masih unggul dengan perolehan suara sebanyak 32.590 dibanding paslon 02, Prabowo-Sandiaga Uno, yang memperoleh suara 5.156 di Kota Bengawan. (ihm-21)


Berita Terkait
Loading...
Komentar