FIGUR

Ikhlas Itu Kuncinya

SM/Agustinus Ariawan
SM/Agustinus Ariawan

MENGELOLA pusat pelayanan terpadu (posyandu) balita memang tidak mudah. Dibutuhkan keikhlasan, waktu, tenaga dan pikiran yang tidak sedikit. Itu yang dirasakan Ketua Posyandu Mawar 2 Semanggi-Mojo, Kecamatan Pasarkliwon, Kartini.

Selama mengabdi 20 tahun, perasaan ikhlas menjadi salah satu sumber kekuatannya untuk melakoni aktivitas-aktivitas posyandu. "Dilakoni dengan senang hati saja, karena ini sudah panggilan jiwa. Toh rasanya senang kalau bertemu teman-teman, menimba ilmu, dan berbagi tips kesehatan," tutur Kartini.

Beragam tantangan pun diakrabi ibu tiga anak dan nenek satu cucu ini, selama menggeluti persoalan tumbuh kembang anak. "Dari masa ke masa selalu berbeda. Dulu yang dihadapi adalah keengganan ibu untuk membawa anaknya ke posyandu. Sekarang, ada beberapa ibu yang tidak mau anaknya diimunisasi dengan alasan tertentu."

Tantangan lain adalah kian terbatasnya waktu ibu-ibu muda dalam memantau perkembangan buah hatinya. Kartini mengungkapkan, tidak jarang ia dan kader posyandu lain mendapati seorang balita yang diantar ke lokasi pemeriksaan kesehatan oleh asisten rumah tangga atau nenek sang anak. Akibatnya ibu kandung anak tersebut tidak mengetahui kondisi perkembangan anaknya secara detil.

"Hal-hal semacam itu yang kerap saya diskusikan bersama teman-teman, untuk dicari solusinya. Kalau ada yang tidak mau imunisasi, ya kami cuma bisa menyosialisasikan (pentingnya imunisasi).

Kalau tetap nggak mau ya sudah, kami tidak bisa memaksa," urai Kartini. Perempuan 52 tahun ini juga seolah kebal dengan persepsi miring atau komplain dari sebagian warga, terkait layanan posyandu. "Biasanya komplain itu disebabkan mereka kurang paham kebijakan posyandu. Dihadapi saja dengan tenang dan diberi penjelasan tentang aturan yang berlaku." (Agustinus Ariawan-21)


Berita Terkait
Loading...
Komentar