BPJS Kesehatan Surakarta Bayar Rp 410 M

SM/Langgeng Widodo - BAYAR KLAIM :Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta dokter Bimantoro memberi penjelasan pada sejumlah media di kantornya, belum lama ini.(21)
SM/Langgeng Widodo - BAYAR KLAIM :Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta dokter Bimantoro memberi penjelasan pada sejumlah media di kantornya, belum lama ini.(21)

SOLO - BPJS Kesehatan membayar klaim rumah sakit lebih dari Rp 410 miliar untuk April ini. Dari dana itu, paling besar di RS Moewardi sekitar 20 persen atau senilai Rp 820 miliar, disusul Rumah Sakit Ortopedi, dan rumah sakit lain, yang jumlahnya cukup banyak dan tersebar di berbagai tempat.

Di luar itu, badan penyelenggara jaminan sosial tersebut juga telah membayar dana kapitasi bagi 447 FKTP(fasilitas kesehatan tingkat pertama) dan 46 FKRTL (fasilitas kesehatan rujukan tingkat pertama).

BPJS Kesehatan mendorong para provider atau penyedia layanan, seperti rumah sakit/rumah sakit rujukan, klinik, puskesmas, dan dokter keluarga untuk terus meningkatkan pelayananan, melakukan kewajiban sesuai regulasi, tanpa membeda-bedakan status pasien.

"Ini bentuk komitmen kami pada masyarakat, pada peserta JKNKIS," kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta dokter Bimantoro ketika memberi penjelasan pada sejumlah media di kantornya, baru-baru ini. Sementara itu secara nasional, BPJS Kesehatan menggelontorkan dana Rp 11 triliun untuk membayar utang klaim jatuh kepada rumah sakit.

BUMN itu†juga membayar Rp 1,1 triliun dalam bentuk dana kapitasi kepada†FKTP. Tagihan klaim rumah sakit yang lolos verifikasi dan sudah jatuh tempo yang akan dibayar BPJS Kesehatan dengan mekanisme first in first out.

Urutan pembayaran disesuaikan catatan BPJS Kesehatan. Rumah sakit yang lebih dulu mengajukan berkas secara lengkap, transaksi pembayaran klaimnya diproses lebih dulu. "Upaya menuntaskan pembayaran fasilitas kesehatan ini karena ada dukungan penuh dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan," kata dokter Bimo, begitu akrab disapa.

Pihaknya merinci, setiap tanggal 15 adalah waktu pembayaran kapitasi untuk FKTP. Sehingga pembayaran nonkapitasi dan tagihan rumah sakit dibayar hari berikutnya. Ini mekanisme pembayaran yang rutin dilakukan setiap bulan oleh BPJS Kesehatan.

Biasanya perbankan mitra BPJS Kesehatan menjalankan transaksi untuk pembayaran kapitasi lebih dulu. "Kami pastikan kewajiban pembayaran ke fasilitas kesehatan sesuai ketentuan," kata dokter.

Dalam kesempatan itu, Bimo juga mengingatkan para peserta BPJS Kesehatan, terutama peserta mandiri, untuk tertib dan tepat waktu dalam membayar iuran. Menurut dia, dari sekitar 23.000 peserta mandiri di Solo, sekitar 8.000 peserta menunggak pembayaran. "Bagi peserta yang menunggak pembayaran iuran, seketika itu juga akan diblokir," jelasnya.(G8-21)


Berita Terkait
Loading...
Komentar