KOMODITAS

Operasi Pasar untuk Stabilkan Harga Bawang Putih

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggelar operasi pasar komoditas bawang putih sebagai upaya untuk menstabilkan harga di Jakarta dan beberapa kota lain di Indonesia.

”Kita mengadakan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga atau dengan kata lain operasi pasar,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Tjahja Widayanti melalui siaran pers yang dirilis di Jakarta, Kamis (18/4).

Pada operasi pasar tersebut, bawang putih dijual dengan harga di tingkat grosir sebesar Rp 20.000 per kilogram (kg) dan Rp 30.000- Rp 32.000 di tingkat pembeli. Sementara di ritel modern, harga bawang putih dipatok Rp 35.000 per kg.

”Biasanya di ritel modern itu Rp 35.000 per kg sudah bersih, kalau ini kan masih kotor ya,” ungkap Tjahya. Dia menambahkan, terdapat 12 pasar yang akan dituju untuk dilaksanakan operasi pasar, di antaranya Pasar Senen, Pasar Jatinegara, Pasar Kramat Jati, Pasar Baru, Pasar Glodok, dan Pasar Tomang.

Selain itu, operasi pasar juga akan dilakukan secara bertahap di Lampung, Samarinda, Riau, Manado, Palembang, dan Jambi. ”Operasi pasar saya utamakan di daerahdaerah yang kenaikan harga bawang putihnya cukup tinggi,” ujar Tjahya.

Menurut dia, operasi pasar dilakukan berdasarkan arahan Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita yang memanggil tujuh importir pada Selasa (16/4) untuk mengeluarkan stok di gudang mereka. ”Perintahnya kan sehari sebelum pemilu, dipanggillah para importir oleh Pak Menteri Perdagangan, tolong kalian turun ke pasar karena harganya tinggi.

Nah, yang baru menyanggupi itu lima importir,” papar Tjahya. Dengan harga bawang putih yang saat ini mencapai Rp 40.000 per kg, Kemendag berharap operasi pasar dapat menstabilkan harga salah satu komoditas yang paling dicari ibu rumah tangga itu. ”Operasi pasar akan dilakukan hingga harga bawang putih stabil,” tegas Tjahya. (sb,ant-46)