Penghitungan Suara Kecamatan Dimulai

SALATIGA - KPU Salatiga memulai penghitungan suara secara berjenjang, di tiga dari empat kecamatan di Salatiga, Jumat (19/4). Tiga kecamatan itu masing-masing Argomulyo, Sidomukti, dan Sidorejo. Adapun Kecamatan Tingkir, akan memulai penghitungan, Sabtu (20/4) hari ini. Dari pantauan, penghitungan di tingkat kecamatan (PPK) ini, digelar di aula kecamatan masing-masing.

Terlihat setiap lokasi penghitungan itu mendapat penjagaan dari para personel TNI, Polri, dan Satpol PP. Masyarakat juga antusias mengikuti penghitungan ini. Ada yang bergerombol di luar ruang penghitungan, ada pula yang memasuki ruangan untuk melihat data yang tertera di kertas penghitungan berukuran besar (plano). Namun, tampaknya masyarakat harus bersabar guna melihat data valid versi KPU ini.

Pasalnya, proses penghitungan memakan waktu lama. Satu TPS saja, rata-rata diselesaikan dalam durasi satu jam. Padahal ada 614 TPS di seluruh Salatiga yang dibagi dalam empat kecamatan. Anggota KPU Salatiga Abdul Rochim, mengatakan penghitungan di tingkat kecamatan ini merupakan tindak lanjut penghitungan di tingkat TPS, pada hari Rabu (17/4) lalu yang diselenggarakan KPPS.

Jadwal penghitungan di tingkat PPK ini tidak harus sama karena aturan KPU memberi rentang waktu 18 April - 5 Mei 2019. ”Untuk penghitungan di Kecamatan Tingkir, memang lebih lambat satu hari dibanding tiga kecamatan lainnya. Pertimbangannya, para petugas lebih bersiap untuk menggelar penghitungan itu agar lancar,” katanya.

Menurut Rochim, penghitungan di tingkat PPK ini diperkirakan selesai dalam waktu enam hari. Ini karena jumlah surat suara yang dihitung lebih banyak dibanding Pemilu sebelumnya sehingga ”Penghitungan di tingkat PPK ini dalam setiap harinya dilakukan panel 2-3 kelurahan (PPS) untuk menghitung dalam waktu bersamaan.

Ini untuk mempercepat proses penghitungan dan disesuaikan gedung yang ada,” ucapnya. Ditambahkan dia, sejauh ini proses penghitungan lancar tanpa kendala berarti di hari pertama. Terbukti tidak banyak protes dari para peserta pemilu.

Kepala Sektretariat KPU Salatiga, Joko Badrun menambahkan, sesuai tahapannya, penghitungan suara manual berjenjang ini yaitu penghitungan suara di TPS oleh KPPS (17-18 April 2019), rekapitulasi suara di kecamatan oleh PPK (18 April - 4 Mei 2019), dan rekapitulasi suara di KPU Kota (22 April-7 Mei 2019).

Kemudian rekapitulasi suara di KPU provinsi (22 April- 12 Mei 2019) dan rekapitulasi suara di KPU RI (25 April-22 Mei 2019). ”Di Salatiga tidak ada kendala dalam proses penghitungan suara, terutama pada tingkat TPS lalu. Hanya memang proses aktivitas di TPS ada yang baru berakhir pada 18 April pukul 10.30 di salah satu kelurahan Tingkir Tengah,” katanya.

Keterlambatan bisa dimaklumi karena kerja KPPS semakin bertambah dengan bertambahnya surat suara yang harus dihitung. Jika Pemilu 2014, hanya menghitung surat suara masingmasing DPRD Kabupaten/kota, DPRD Provinsi, dan DPD, pemilu kami ini bertambah satu yaitu pemilihan presiden. ”Terpenting aktivitas TPS tidak melebihi pukul 12.00, pada 18 April.

Sebab keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), perpanjangan penghitungan maksimal pukul 12.00 pada 18 April itu,” katanya. Selain hitung manual, lanjut Joko Badrun, KPU juga melakukan hitung elektronik berupa hasil pindai foto formulir C1, yang dikirim langsung melalui jaringan internet ke KPU RI.

Menurutnya, KPPS-KPPS sudah selesai menghitung, lalu memasukkan formulir C1. Kemudian formulir C1 yang dikirim ke KPU kota, lalu di-sken masuk ke dalam server KPU RI dan dipublikasikan, dengan nama Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng).

”Situng hanya untuk keterbukaan informasi publik. Hasil penghitungan dan rekapitulasi oleh KPU tetap menggunakan manual, bukan mengikuti dokumen yang dipublikasikan. Saat ini sken C1 dari Salatiga sekitar 30 persen dari total 614 TPS,” katanya. (H32-42)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar