Pusat Layanan Usaha Mikro Diluncurkan

SM/Hendra  -  Setiawan SERAHKAN GEROBAK : Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyerahkan gerobak kepada pelaku UMKM di Balai Kota, beberapa waktu lalu. (42)
SM/Hendra - Setiawan SERAHKAN GEROBAK : Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyerahkan gerobak kepada pelaku UMKM di Balai Kota, beberapa waktu lalu. (42)

SEMARANG - Berbagai usaha dilakukan untuk mendorong kemajuan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Salah satunya dengan meluncurkan Pusat Layanan Usaha Mikro Kota Semarang di Pasar UMKM Srondrol, Banyumanik, Selasa (16/4).

Pusat Layanan Usaha Mikro Kota ini, dilengkapi sejumlah fasilitas. Di antaranya, pendampingan kepada pelaku UMKM, klinik bisnis, short course, dan pelayanan perizinan. Hal ini masih ditambah dengan pembiayaan murah melalui Kredit Wibawa.

”Diharapkan, fasilitas-fasilitas ini dapat mengakomodasi para pelaku usaha UMKM, untuk semakin berkembang dan membuka lapangan kerja baru,” ujar Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, belum lama ini. Pusat layanan ini juga dilengkapi dengan co working space dan free wifi. Ini untuk membantu pelaku UMKM jika ingin mengembangkan usaha melalui dunia digital.

Nantinya pelaku UMKM di Kota Semarang akan mendapat pelatihan, pendampingan, permodalan dan pemasaran. Untuk membantu pelaku UMKM, sebelumnya wali kota yang akrab disapa Hendi juga meluncurkan I Jus Melon, atau Izin Usaha Mikro Melalui Online dan Kredit Wibawa pada 2017 lalu. Melalui program tersebut, melahirkan UMKM baru di Kota Semarang.

Tercatat pada 15 April 2019, ada sebanyak 14.893 UMKM di Kota Semarang. Sebanyak 6.277 UMKM di antaranya, mendapatkan berbagai macam pelatihan sepanjang 2016-2018. Pelatihan meliputi manajemen usaha, pemasaran melalui pameran Semarang Creative Galery.

Ditambah dengan akses permodalan bunga murah 3% Kredit Wibawa. ”Harapannya, UMKM di Kota Semarang dapat terus berkembang. Ini akan membantu meningkatkan perekonomian, baik untuk skala kota maupun nasional,” ujarnya.

Pada saat peluncurkan Pusat Layanan Usaha, juga diadakan kursus spesialis manejemen usaha kepada puluhan pelaku UMKM. Dalam kursus itu, para pelaku usaha juga diberikan pengetahuan agar tidak hanya berdagang, namun juga memahami analisis keuangan usaha yang dimilikinya.

Seperti biaya produksi dari masing-masing usaha. ”Para peserta yakni pelaku usaha mikro diajarkan bagaimana membuat pembukuan sederhana. Cara mengelola usaha dengan tepat,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang, Litani Satyawati. Pihaknya pun mengajak pelaku usaha mikro di Kota Semarang dan masyarakat untuk bisa mengunjungi Pusat Layanan Usaha Mikro Kota Semarang.

Memanfaatkan fasilitas yang tersedia untuk pengembangan usaha yang dimiliki demi kemajuan UMKM. Segala kegiatan yang diselenggarakan Dinas Koperasi dan UMKM bagi pelaku usaha UMKM tidak dipungut biaya. Tetapi jika ingin menyelenggarakan pelatihan mandiri, Dinas Koperasi dan UMKM akan tetap memberikan fasilitas tempat di sana. (K18-42)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar