PASKAH

Drama Penyaliban Penuh Pesan yang Minim Kekerasan

SM/Modesta Fiska  -  YESUS DISALIBKAN : Kisah drama visualisasi penyaliban Yesus dimainkan OMK Gereja St Athanasius Agung Karangpanas Semarang, beberapa jam sebelum ibadah, Jumat Agung, kemarin. (42)
SM/Modesta Fiska - YESUS DISALIBKAN : Kisah drama visualisasi penyaliban Yesus dimainkan OMK Gereja St Athanasius Agung Karangpanas Semarang, beberapa jam sebelum ibadah, Jumat Agung, kemarin. (42)

Dalam ibadah Jumat Agung, kisah sengsara Yesus biasanya diekspose secara vulgar, dengan menggambarkan kekejaman para serdadu Romawi. Namun pada tahun ini, Orang Muda Katolik (OMK) Gereja St Athanasius Agung Karangpanas Semarang, menggelar drama penyaliban Yesus, dengan mengurangi adegan kekerasan itu.

SOSOK malaikat berbaju putih menenangkan Yesus yang tersungkur tak berdaya, setelah beberapa cambukan serdadu mengenai tubuh-Nya. Dia menguatkan Yesus yang lemah. Tak lama kemudian tangan-tangan beringas itu, dengan tanpa ampun, menyeret Yesus dan memaksa-Nya untuk memikul kayu salib yang berat. Bunda Maria, ibu Yesus begitu setia mengikuti sang putra sampai tiba pada kematian.

Lagi-lagi malaikat pun memeluk dan menguatkan sang bunda, yang hancur hatinya manakala putra yang sangat disayangi harus mengalami penderitaan. Drama itu pula yang tergambar dalam ibadah Jumat Agung, di Gereja St Athanasius Agung, Karangpanas, Semarang. Dalam drama itu, gambaran tentang siksaan memang masih nampak, namun jauh dari visualisasi yang biasanya penuh dengan adegan kekerasan.

Pesan-pesan malaikat yang menguatkan, sekaligus mentransfer energi positif ini, tidak hanya ditujukan kepada para pemain, tetapi juga bisa dirasakan seluruh umat yang hadir mengikuti visualisasi di Gereja Karangpanas. Penderitaan Yesus saat didera dan dicambuk menyentuh hati umat yang hadir hingga berhasil mengadukaduk perasaan untuk ikut hanyut menghayati kisah penyaliban Yesus.

Umat juga tersentuh dengan pesan verbal yang coba disampaikan begitu dalamnya, oleh para pemainnya dan turut mengenang Yesus, saat menerima siksaan hingga akhirnya wafat. Suasana di dalam gereja juga semakin syahdu dengan musikmusik iringan mendayu menyayat hati membawa umat larut ke dalam penderitaan Yesus, yang mati karena menebus dosa-dosa manusia.

Drama visualisasi yang disutradarai Stanislaus Kostka dan dibantu sejumlah rekannya ini, mampu menggiring emosi secara visual dan verbal, dalam sebuah kisah kolosal. Drama tentang Yesus yang diperankan Dion Baskoro serta sekitar 30 pemain dan kru pendukung berusia 15-35 tahun ini, nampak berhasil divisualisasikan dengan baik.

”Kami berlatih sejak Januari lalu, kalau kendala lebih pada menyamakan waktu latihan karena terkadang ada yang bisa berangkat ada yang tidak, besoknya gantian. Hampir 80% yang ikut ini orangorang baru dan kami cukup bangga dengan tim visualisasi ini yang sudah bekerja keras memberikan penampilan terbaik,” ujar Stanislaus yang akrab disapa Cossy itu.

Rangkaian pekan suci ini sudah dimulai sejak Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung dan pada Sabtu malam Paskah. Umat Katolik pada ibadah Jumat Agung kemarin juga melakukan prosesi penciuman salib sebagai tanda penghormatan untuk mengenangkan misteri kematian Tuhan, yang disalibkan guna menebus dosa-dosa umat manusia.

Sementara itu, di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Banyumanik, GKJ Ngesrep, dan GKJ Wisma Kasih Mangunharjo (WKM) pada Kamis (18/4) malam, juga mengadakan ibadah Kamis Putih. Ibadah ini untuk merenungkan pengorbanan Kristus yang mencurahkan darah-Nya di kayu salib.

Di Ngesrep, ibadah Kamis putih itu diadakan dengan nuansa warna putih atau jemaat mengenakan pakaian putih. Keesokan harinya, Jumat (19/4) diadakan ibadah Jumat Agung dengan mengenakan pakaian bernuansa hitam atau warna gelap. Ibadah Jumat Agung di GKJ Ngesrep dilayani Pendeta Mardita Ganda Kusuma dari GKJ Ngempon.

Dalam kotbah bertemakan, ”Jalan Salib, Jalan Perdamaian,” tersebut, Mardita menyampaikan perjalanan Yesus yang disalib di Bukit Golgota hingga akhirnya wafat. ”Di situ (tempat penyaliban, Yesus wafat di kayu salib.

Hari ini (kemarin-Red), umat Kristiani mengenangnya dengan menjalankan ibadah Jumat Agung,” kata Mardita. Suasana ibadah menjadi lebih hidup, dengan dilakukan pemutaran film kronologi Yesus wafat saat di kayu salib oleh tim multimedia GKJ Ngesrep. Saat pemutaran itu, diiringi dengan paduan suara gereja. (Modesta Fiska, Royce Wijaya-42)


Berita Terkait
Loading...
Komentar