KULINER

Kerupuk Legendar yang Melegenda

SM/Panuju Triangga  -  PROSES PRODUKSI : Proses produksi kerupuk legendar di industri rumah tangga milik Suryadi di Desa Majir, Kecamatan Kutoarjo, Purworejo. (26)
SM/Panuju Triangga - PROSES PRODUKSI : Proses produksi kerupuk legendar di industri rumah tangga milik Suryadi di Desa Majir, Kecamatan Kutoarjo, Purworejo. (26)

KERUPUK seringkali menjadi pilihan banyak orang sebagai pelengkap lauk saat makan. Namun ada juga yang sekadar menjadikannya sebagai camilan. Jenis kerupuk pun beraneka ragam, salah satunya kerupuk legendar (ada juga menyebut kerupuk gendar) yang cukup melegenda di masyarakat.

Dulu, kerupuk yang dibuat dengan bahan utama nasi ini selain banyak ditemukan di pasaran juga sering dibuat sendiri oleh ibu-ibu rumah tangga.

Kini kerupuk yang renyah dengan rasa gurih khas ini tidak lagi setenar dulu. Meski demikian, tetap ada industri rumah tangga yang memproduksi kerupuk ini karena melihat prospeknya yang cukup bagus.

Salah satunya Suryadi bersama istri, Salmini, warga RT1 RW1 Desa Majir, Kecamatan Kutoarjo, Purworejo. Kerupuk legendar produksinya pun laris di pasaran.

Suryadi bersama Salmini menuturkan, usaha pembuatan kerupuk legendar telah ia lakukan sejak akhir 2017. Dari waktu ke waktu, usahanya pun kian berkembang.

Bahkan kini ia menggunakan sejumlah peralatan mesih sehingga proses produksi bisa dilakukan dalam porsi besar sekaligus. Sedangkan bahan bakunya, Suryadi tidak lagi menggunakan nasi, tetapi diganti dengan tepung terigu.

Walau begitu, cita rasa kerupuk legendar produksinya tak berubah, bahkan lebih gurih dari kerupuk legendar pada umumnya karena pemberian bumbu yang pas. Meski telah menggunakan peralatan mesin, namun Suryadi juga melibatkan tetangga dan sanak saudara untuk membantu proses produksi.

Selama ini pemasaran kerupuk legendar produksinya selain wilayah Purworeje juga sampai ke luar daerah, bahkan ada juga yang kemudian dibawa ke Malaysia. Mengenai cara pembuatan kerupuk legendar, Suryadi menuturkan, bahan baku tepung terigu dicampur dengan bumbu yang telah disiapkan.

Kemudian dimasukkan ke dalam wadah besar dan dibuat adonan hingga lembut. Selanjutnya adonan dimasukkan ke dalam bungkus plastik dan direbus hingga matang. Setelah itu, adonan yang telah matang kemudian digiling. Selanjutnya adonan diletakkan di tempat yang datar dan dibuat melebar serta tipis.

Kemudian dicetak dengan bentuk bundar-bundar seperti bentuk kerupuk pada umumnya. Setelah kering lalu dikemas dan siap dipasarkan. Konsumen tinggal menggoreng saja untuk menikmatinya. (Panuju Triangga-26)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar