KESEHATAN

RSUD Tipe D Ditarget Beroperasi 1 Juni

MAGELANG - Pada 1 Juni nanti, Pemkot Magelang akan mengoperasikan rumabh sakit umum daerah (RSUD) tipe D. Keberadaan rumah sakit itu menempati rumah sakit bersalin (RSB) Budi Rahayu di Jalan Urip Sumoharjo Magelang.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang, Budi Santoso mengatakan, hingga saat ini masih tahap pencanangan dan semua rencana operasional sedang dipersiapkan. Ia optimistis per 1 Juni mendatang sudah bisa beroperasi.

”Sekarang sedang dalam pencanangan dan rencana operasional dipersiapkan,” ujarnya di kantornya, belum lama ini. Dia menuturkan, bangunan RSUD Tipe D menempati lahan seluas 2.700 m2 dan disesuaikan dengan RSUD tipe ini.

Tahap awal akan diisi dengan 20-30 tempat tidur, sedangkan tenaga medis memanfaatkan yang dimiliki RSUD Tidar, puskesmas, dan laboratorium kesehatan. ”Untuk dokter spesialis sekurangkurangnya dua dari empat dokter spesialis dasar, yaitu dokter spesialis anak, dokter kebidanan dan kandungan, dokter penyakit dalam, dan dokter spesialis bedah.

Kemudian sebagai penunjang dokter spesialis patologi klinik, anastesi, dan fisoterapi,” jelasnya. Selain itu, katanya dilengkapi pula dokter spesialis syaraf, THT, paru, dan spesialis mata. Adapun total perawat ada 70 orang yang siap melayani masyarakat pada pagi, siang, dan malam.

”Untuk RSB Budi Rahayu telah kami pindah menjadi satu di bawah naungan RSUD Tidar di Jalan Tidar per 1 April 2019 lalu. RSB ini terpadu dengan bangsal anak serta NICU (neonatal intensive care unit) dan PICU (pediatric intensive care unit),” urainya.

Budi menambahkan, RSUD tipe D menerima rujukan pasien dari fasilitas pelayanan kesehatan dasar (Faskes I) baik dokter keluarga dan puskesmas. Jika RSUD tipe D tidak mampu menangani karena faktor peralatan dan penyakit, maka dirujuk ke rumah sakit lebih tinggi, yakni RSUD Tidar (tipe B).

Sebelumnya, Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Magelang, Joko Soeparno menyebutkan, tujuan membangun RS tipe D untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Ini juga untuk mengantisipasi aturan baru Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang saat ini memberlakukan pelayanan kesehatan berjenjang.

Dengan BPJS Kesehatan memberlakukan peraturan baru, saat ini antrean pasien di RS tipe D maupun tipe C membludak. Bahkan, tidak sedikit pasien datang untuk antre mendaftar sebelum subuh, agar bisa diperiksa dokter lebih awal. (H88-26)


Berita Terkait
Baca Juga
Tirto.ID
Loading...
Komentar