Tujuh Orang Ditangkap

Diduga Bagi-Bagi Duit

SM/Kuswandi - AMANKAN BUKTI : Petugas Polres Pekalongan Kota mengamankan barang bukti uang yang diduga digunakan untuk membeli suara pemilih, Rabu (17/4) dini hari. (31)
SM/Kuswandi - AMANKAN BUKTI : Petugas Polres Pekalongan Kota mengamankan barang bukti uang yang diduga digunakan untuk membeli suara pemilih, Rabu (17/4) dini hari. (31)

PEKALONGAN - Tujuh orang anggota tim sukses salah satu calon legislatif (caleg) di Kota Pekalongan terjaring operasi tangkap tangan (OTT) menjelang pencoblosan pemilu, Rabu (17/4) dini hari.

Dalam OTT yang dipimpin langsung Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandi Sitepu tersebut, berhasil diamankan sejumlah barang bukti, yaitu uang ratusan ribu, ponsel serta stiker bergambar salah satu caleg. Guna pemeriksaan lebih lanjut, ketujuh orang itu dibawa ke mapolres setempat.

Ketujuh orang tersebut diamankan di dua lokasi berbeda, yakni di daerah Kelurahan Landungsari, Kecamatan Pekalongan Timur, dan Kelurahan Kramatsari, Kecamatan Pekalongan Barat.

Kapolres AKBP Ferry Sandi Sitepu menjelaskan, pengamanan tujuh orang tersebut berkat pengawasan dan kejelian petugas. Dikatakan, lokasi pertama penangkapan di Gang 1 Landungsari, polisi mengamankan lima orang terduga dengan barang bukti berupa stiker caleg, ponsel, dan sejumlah uang.

”Sore hari sebelum ditangkap, kelima terduga ini membagikan amplop berisikan uang kepada pemilih. Kemudian dilanjutkan dini hari, dan berhasil digagalkan,” tegas Kapolres. Dia menambahkan, lokasi penangkapan di Kramatsari, diamankan dua terduga dengan barang bukti uang Rp 700 ribu,

dengan jenis pecahan masing-masing Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu. Indikasinya barang bukti uang ini sebagian besar sudah dibagikan dan hanya sisa senilai tersebut. ”Ketujuh orang kami bawa ke Satreskrim Polres Pekalongan Kota untuk didalami lebih lanjut,” imbuhnya.

Kapolres akan membuat resume laporan yang kemudian dilimpahkan ke Bawaslu. Sebab Bawaslu yang memiliki kewenangan memutuskan tindakan itu pidana atau hanya teguran. ”Jika ketujuh terduga masuk pidana, terancam UU Pemilu dengan ancaman hukuman empat tahun penjara,” tuturnya.

Rabu (17/4) siang, Ketua Bawaslu Sugiharto menjelaskan, setelah menerima laporan dari Polres, pihaknya akan melakukan kajian awal. Menurut Sugiharto, mengacu pada Peraturan Bawaslu Nomor 7/2018 tentang Penanganan Temuan dan Laporan Pelanggaran Pemilihan Umum, apabila syarat formal dan meteriil terpenuhi, selanjutnya laporan akan diregister. (H63,K30-31)