Warga Laporkan Caleg DPRD

SM/ Bayu Setiawan - LAPOR BAWASLU :Sejumlah warga Dukuh Siramin, Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes melaporkan dugaan politik uang yang mereka temukan kepada Bawaslu Brebes, Selasa (16/4) malam. (38)
SM/ Bayu Setiawan - LAPOR BAWASLU :Sejumlah warga Dukuh Siramin, Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes melaporkan dugaan politik uang yang mereka temukan kepada Bawaslu Brebes, Selasa (16/4) malam. (38)

BREBES - Sejumlah warga Dukuh Siramin Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes melaporkan seorang calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Brebes ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat, Selasa (16/4) malam.

Mereka melaporkan caleg itu karena diduga melakukan praktik politik uang di dukuhnya. Empat warga melaporkan dugaan praktik politik uang ke Bawaslu. Mereka datang sekitar pukul 22.45 dan langsung diterima Ketua Bawaslu Brebes Wakro.

Empat warga pelapor tersebut juga menyerahkan barang bukti berupa uang Rp 190.000 dengan pecahan Rp 20.000 dan Rp 50.000. Selain itu, mereka juga menyerahkan contoh surat suara pemilu anggota legislatif (pileg) atas nama caleg bersangkutan.

”Saya ke Bawaslu untuk melaporkan adanya dugaan money politics yang dilakukan seorang caleg DPRD Kabupaten Brebes di wilayah kami. Warga diberi uang dan diminta untuk mencoblos caleg petahana ini. Uang itu bagikan pada Selasa (16/4) sore, melalui tim suksesnya,” ungkap Kaliri (45), salah seorang pelapor saat ditemui di Bawaslu Brebes, Selasa (16/4) malam.

Dia mengatakan, dugaan politik uang yang terjadi itu dilaporkan karena warga sadar jika tindakan tersebut melanggar aturan. Di sisi lain, warga juga menolak adanya praktik tersebut. Sebab, dampaknya warga sendiri yang sengsara.

Lupa Janji

Hal itu dibuktikan dari pengalaman pileg sebelumnya. Ada caleg sudah dipilih tetapi lupa dengan janjinya yang akan membangun wilayahnya. ”Total uang yang dibagikan ini ada Rp 800.000 untuk 27 orang pemilih. Nominal yang diterima warga kami bervariasi, ada yang menerima Rp 20.000, Rp 30.000, dan Rp 50.000.”

Sementara itu, Ketua Bawaslu Brebes Wakro melalui Divisi Penindakan Bawaslu Brebes Yunus Awaludin Zaman mengatakan, laporan dugaan praktik politik uang itu telah diterima lembaganya.

Terjadinya dugaan politik uang itu memang sudah menjadi target Bawaslu Brebes sejak sore hari. Kemudian, pihaknya berkoordinasi dengan polisi dan pihak terkait. Selanjutnya warga didampingi Panwasca melaporkan ke Bawaslu.

”Barang bukti laporan yang disampaikan ini berupa uang Rp 190.000 dengan bentuk pecahan Rp 20.000 dan 50.000. Kemudian, kami juga menerima barang bukti contoh surat suara DPRD Brebes.”

Atas laporan itu, lanjut dia, pihaknya telah menindaklanjuti dengan meminta keterangan pelapor dan saksi. ”Malam ini pelapor dan saksi telah kami mintai keterangan. Selanjutnya, kami akan pelajari lebih lanjut laporan ini,” pungkasnya. (H38-38)