Oknum Anggota Polsek Terus Diusut

PEMALANG -Oknum anggota Polres Pemalang yang diduga terlibat dalam kasus pembalakan liar (illegal logging) hingga kemarin masih terus diusut oleh Satuan Profesi dan Pengamanan (Propam), sedangkan tiga pelaku lainnya belum ditemukan tempat persembunyiannya. Seperti diberitakan Suara Merdeka (16/4) kawanan pelaku pembalakan liar gagal disergap. Hanya satu yang tertangkap yang kebetulan oknum anggota Polsek Pulosari berpangkat aipda.

Namun hingga kemarin, belum diperoleh kejelasan tentang keterlibatannya dalam kasus tersebut. Kapolres AKBP Kristanto Yoga Darmawan melalui Kasatreskrim AKP Suhadi saat dimintai konfirmasi, Selasa (16/4), mengemukakan, sementara ini oknum anggota tersebut masih sebagai saksi.

Hasil pemeriksaan, dia hanya sebagai calon pembeli saat kayunya ditawarkan. ”Atas dasar itu, oknum anggota yang ditawari dan penasaran ingin melihat barangnya. Namun belum sempat melihat, sudah keburu ditangkap aparat keamanan hutan,” ucap Suhadi. Dia menyebutkan, dalam perkara itu proses jual belinya belum terjadi, antara pemilik barang, yaitu empat pelaku yang melarikan diri, dan oknum anggota tersebut.

Perhatian Ombudsman

Menurutnya, kejadian tersebut diawali adanya laporan dari masyarakat sekitar pukul 18.00 kepada Perhutani. Bahwa di Petak 57b Hutan Jati Tahun 1977, ada pohon yang ditebang. Setelah dicek ternyata benar ada satu pohon yang roboh dan sudah dipotong menjadi lima gelondongan. Perhutani beserta jajaran polhut kemudian mengadakan patroli pemantauan.

Sekitar pukul 00.30, dilihat ada dua motor yang masuk ke arah kayu jati yang sudah terpotong tersebut. Selang satu jam kemudian ada mobil L300 menuju ke arah yang sama. Pada Minggu (14/4) pukul 03.30 dilakukan penyergapan/penangkapan oleh polhut terhadap pelaku tindak kejahatan pembalakan liar. Namun tiga pelaku melarikan diri.

Yang tertangkap satu orang yang kebetulan oknum anggota Polsek Pulosari.Barang bukti yang diamankan adalam mobil pikap G-1869-UZ dengan sejumlah kayu jati gelondongan.

Sumber lainnya mengatakan, kasus tersebut telah mendapat perhatian dari Ombudsman RI Perwakilan Jateng. Badan yang mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik itu menyarankan Polres Pemalang agar memberi perhatian terhadap penyelesaian kasus tersebut. (sf-38)