Aku Pengin Nyoblos Presiden....

SM/Dok Polsek Sumpang - MEMBOPONG WARGA :Kapolsek Sumpang Kompol Suwartoyo dibantu Danramil Margadana Kapten Inf Nur Salim dan Kasat Binmas AKP Tri Supriyadi, membopong warga yang tak bisa berjalan untuk mencoblos.(32)
SM/Dok Polsek Sumpang - MEMBOPONG WARGA :Kapolsek Sumpang Kompol Suwartoyo dibantu Danramil Margadana Kapten Inf Nur Salim dan Kasat Binmas AKP Tri Supriyadi, membopong warga yang tak bisa berjalan untuk mencoblos.(32)

SUARA Nenek Wasrah (71), terdengar lirih dan berkesan pasran, ketika membisikkan ke telinga Kapolsek Sumurpanggang (Sumpang) Polres Tegal Kota Kompol Suwartoyo, dan Danramil Margadana Kapten Inf Nur Salim, Rabu (17/4).

”Aku pengin nyoblos Presiden..., tulung ya,” ucap Nenek Wasrah, warga Jl Banyumas RT 1 RW11, Kelurahan/Kecamatan Margadana, Kota Tegal, yang menderita sakit stroke dan tak bisa berjalan. Itu terjadi ketika Kapolsek Sumpang dan Danramil Margadana, mendatangi rumah nenek tersebut, di hari pencoblosan Pilpres dan Pileg, sekitar pukul 11.20, Rabu (17/4).

Kedatangan kapolsek dan Danramil, serta Kasat Binmas AKP Tri Supriyadi, didampingi personel lainnya. Juga petugas KPPS TPS 20 (Slamet), Bawaslu (Yuli Susianti), saksi dari TPS 20 (Muhammad Rizki Sadam) dan dua anggota Linmas, yakni Sulaiman dan Suhadi.

”Siyap Bu, Mangke kulo bantu,” ucap Kompol Suwartoyo dengan suara agak tercekat, karena terharu. Dia mengungkapkan, merasa terharu tak hanya melihat semangat nenek itu. Tapi tiga anggota keluarga lainnya di rumah itu, yang mengalami stroke tetap dan tak bisa berjalan, tetap bersemangat ingin menuju ke lokasi pencoblosan.

Selain nenek Wasrah yang stroke dan tak bisa berjalan, anggota keluarga lain yang sakit stroke dan tak bisa beranjak dari tempat tidurnya adalah Muhayah (39), Tuti (46) dan Purwanti (26). Karena jarak rumah warga itu dengan TPS 20 cukup jauh. Petugas pun setelah berdiskusi memutuskan agar warga yang tak bisa berjalan ke lokasi pencoblosan, dapat mencoblos di rumah sendiri.

Membopong Warga

Satu per satu, Kapolsek Sumpang, Danramil Margadana dan Kasat Binmas, dibantu petugas Linmas, membopong warga di rumah itu, dari tempat tidur ke ruang tamu yang telah disiapkan untuk pencoblosan.

Dengan disaksikan, petugas KPPS, Bawaslu dan saksi dari TPS, nenek Wasrah pun diberi penjelasan. Antara lain, mau mencoblos capres dan cawapres nomor urut berapa. Setelah menyampaikan pilihannya, petugas pun menuntunnya untuk mencoblos. Demikian juga untuk pilihan anggota DPR RI, DPD, DPRD Jateng dan DPRD Kota Tegal.

Semuanya, baik saksi, petugas Bawaslu dan KPPS menyaksikan petugas menuntun warga mencoblos sesuai pilihannya. Hal menarik ketika Nenek Rifah yang tak bisa melihat, menyampaikan pasrah ke petugas. Petugaspun membacakan nama-nama para calon yang akan dicoblos, dan Nenek Rifah diminta memilihnya. Saat memilih capres dan cawapres, nenek Rifah tak mengalami kesulitan.

Tapi ketika disuruh memilih nama caleg, baik DPR RI, DPD, DPRD Jateng, DPRD Kota Tegal, dia mengatakan susah memilihnya. Karena tak mengenalnya, nenek Rifah menanyakan ke salah seorang anggota keluarga yang dianggap mengenal para calonnya. Kemudian diperkuat dengan dibantu petugas yang hanya menyebutkan jumlah calonnya, dan nenek Rifah diminta menyebutkan nomornya.

Warga lainnya, yang merupakan tetangga dekat nenek Wasrah, dan masih berada di RT 1 RW 11, juga mengalami kondisi memprihatinkan dan tak bisa datang sendiri ke TPS 20 untuk mencoblos. Mereka mengalami sakit buta mata dan lumpih. Yakni Dasri (74) dan Rifah (75) yang tunanetra. Kemudian tetangganya yang lumpuh karena faktor usia adalah nenek Warti (76).

Aparat keamanan dari TNI dan Polri di Kecamatan Margadana, pun tetap setia melayani warga seperti itu, dengan membopongnya dari tempat tidur ke ruang tamu untuk mencoblos. ”Meski dengan kondisi darurat seperti ini, warga yang memiliki keterbatasan seperti ini, tetap bisa mencoblosnya.

Petugas dan saksi sangat terbuka dan memaklumi kondisi ini, dan pilihan sesuai apa yang disampaikan warga. Petugas hanya membantu prosesnya. Jadi ini kasus unik, dan petugas netral, pilihan tetap sesuai hati nurani warga,” ucap Kompol Suwartoyo. (Riyono Toepra-32)