AMERIKA SERIKAT

Wartawan Peliput Pembantaian Rohingya Raih Pulitzer

SM/ap  -  RAIH PULITZER : Kyaw Soe Oo (kiri) dan Wa Lone raih Hadiah Pulitzer atas liputan mereka yang mengungkap pembantaian warga Rohingya oleh aparat Myanmar. (25)
SM/ap - RAIH PULITZER : Kyaw Soe Oo (kiri) dan Wa Lone raih Hadiah Pulitzer atas liputan mereka yang mengungkap pembantaian warga Rohingya oleh aparat Myanmar. (25)

NEW YORK - Dua wartawan Kantor Berita Reuters meraih Hadiah Pulitzer atas tulisan jurnalistik mereka yang mengungkap pembantaian sepuluh warga etnis Rohingya oleh aparat keamanan Myanmar.

Wa Lone dan Kyaw Soe Oo ditangkap pada Desember 2017 dan saat ini tengah menjalani hukuman penjara selama tujuh tahun setelah divonis bersalah karena tulisan mereka dianggap melanggar UU Rahasia Negara Myanmar.

”Saya bangga Wa Lone dan Kyaw Soe Oo beserta kolega mereka dihargai dengan Hadiah Pulitzer atas peliputan mereka yang luar biasa dan sangat berani. Namun, saya masih sedih karena dua wartawan kami tersebut masih dipenjara,” ungkap Pemimpin Redaksi Reuters, Stephen J Adler.

Sementara CEO Thomson Reuters, Jim Smith, mengatakan: ”Kami belum bisa benar-benar merayakan penghargaan itu sampai Wa Lone dan Kyaw Soe Oo dibebaskan.” Wa dan Kyaw, yang merupakan warga negara Myanmar, menemukan kuburan massal yang berisi tulang manusia.

Mereka kemudian mengumpulkan kesaksian dari para pelaku, saksi, dan keluarga korban. Liputan mereka memenangi Pulitzer untuk kategori International Reporting.

Kasus Khassoggi

Hadiah Pulitzer untuk kategori yang sama juga diberikan kepada Maggie Michael, Maad al-Zikry, dan Nariman El-Mofty dari Associated Press (AP) atas peliputan mereka tentang kelaparan dan penyiksaan dalam perang di Yaman.

Koran The Washington Post menjadi finalis untuk medali layanan publik atas liputannya tentang pembunuhan wartawan senior Arab Saudi dan kolumnis The Washington Post, Jamal Khassoggi di Konsulat Inggris di Istanbul, Turki.

Hadiah Pulitzer untuk kategori Investigative Reporting jatuh ke tangan Matt Hamilton, Harriet Ryan, dan Paul Pringle dari Los Angeles Timesatas laporan mereka yang mengungkap seorang dokter ahli kandungan di University of Southern California yang dituduh melakukan pelecehan terhadap para wanita selama puluhan tahun.

Reuters juga meraih Pulitzer untuk kategori Breaking News Photography atas foto-foto yang menggambarkan perjalanan para imigran yang berusaha mencapai Amerika Serikat dari Amerika Selatan dan Amerika Tengah.

Sementara kategori Feature Photography jatuh ke tangan Lorenzo Tugnoli dari The Washington Post atas foto-fotonya yang mendokumentasikan kasus kelaparan di Yaman. (aljazeera-sep-25)