KEAGAMAAN

MUI: Jangan Ada Serangan Fajar

SALATIGA - Sekretaris Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Prof Dr Noor Achmad MAminta Bawaslu lebih tegas lagi menangani pihak-pihak yang melakukan pelanggaran dalam bentuk politik uang atau suap (riswah). ''Fatwa MUI tentang suap atau riswah, politik uang, dan sejenisnya sudah jelas dan tegas hukumnya haram.

Jadi, sebaiknya Bawaslu lebih tegas lagi, baik dilakukan perorangan atau terorganisasi,'' katanya dalam Halaqah Ulama Menjaga Jawa Tengah Tetap Kondusif Jelang dan Pascpemilu 2019 yang diselenggaraan Badan Kesbangpol bekerja sama dengan MUI Jateng, di Kota Salatiga, belum lama ini.

Halaqah yang dimoderatori Wakil Ketua Umum MUI Prof Dr Ahmad Rofiq MA menghadirkan pembicara mantan Gubernur Jateng Drs Ali Mufiz MPAdan Ketua Umum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi.

Kepala Badan Kesbangpol Jateng Achmad Rofai menjelaskan, halaqah ulama dihadiri para pimpinan MUI Kabupaten/Kota se-Jateng juga menampilkan pembicara Gubernur Jateng yang diwakili Sekda Sri Puryono, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, dan Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Jateng Rofiudin.

Banyak Berdoa

Ketua Umum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi mengajak masyarakat setelah selesai masa kampanye, memasuki masa tenang, semuanya melakukan aktivitas seperti biasa, banyak berdoa dan memohon kepada Allah swt agar Bangsa Indonesia dapat memilih pemimpin dengan baik, lancar tanpa ada gangguan dan hambatan.

''Jangan ada serangan fajar, serangan subuh, serangan duha, atau apa pun yang akibatnya dapat mengganggu suasana keamanan dan ketertiban menjelang pemilu. Jangan ada itu politik uang, suap atau riswah,'' tandasnya.''Kitabolehberbeda, namunkesatuandanpersatuan terus dijaga bersama.

Alquran telah memerintah kita untuk jangan berpecah belah dan jangan berbedabeda yang dapat memunculkan kericuhan. Karena itu, kita perlu menjaga kesatuan, karena semua bersaudara. Kita perlu menjaga kondusivitas di masyarakat menjelang dan pascapemilu,'' kata Kiai Darodji.

Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Jateng Rofiudin mengatakan, situasi pemilu agak hangat, karena dua calon merupakan calon pada 2014, sehingga seperti mengulang Pemilu 2014.

Mantan Gubernur Drs KH Ali Mufiz MPAmengajak para ulama untuk tidak henti-hentinya mengajak dan menyerukan umat agar menjadi pemilu yang beradab. (B13-27)


Loading...
Komentar